278 Calon Perawat & Pengasuh Lansia Dilepas Dubes Tanizaki

(Jakarta) Sebanyak 278 orang calon perawat dan pengasuh lanjut usia yang merupakan bagian dari program Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang di bidang kesehatan, Rabu (10/06) menghadiri acara pelepasan di Kediaman Resmi Duta Besar Jepang di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.


Kelompok ini merupakan yang kedelapan dikirim sejak dimulainya program ini pada tahun 2008, terdiri dari 66 orang calon perawat dan 212 calon pengasuh lanjut usia, yang pemberangkatannya dilaksanakan pada tanggal 10 dan 11 Juni.


Setibanya di Jepang mereka akan ditempatkan di pusat pelatihan di Prefektur Aichi dan Osaka, untuk melanjutkan pelatihan bahasa selama enam bulan. Setelah itu, mereka akan dikirim untuk kerja magang ke berbagai rumah sakit dan panti jompo di Jepang, serta di saat bersamaan mempersiapkan diri untuk ujian nasional.


Dalam kesempatan itu, Duta Besar Tanizaki Yasuaki menyampaikan, “Setibanya disana segera berteman dengan orang Jepang untuk lebih memperlancar bahasa Jepang. Selain itu, bekerja dengan giat dan belajar bekerjasama dengan para kolega di sana.”


Di akhir acara para hadirin menyanyikan lagu “Kokoro no tomo” atau “Sahabat Sehati” yang dipopulerkan oleh Itsuwa Mayumi.


Sejak dimulainya program pengiriman calon perawat dan pengasuh lanjut usia di tahun 2008, pada beberapa tahun awal jumlah yang berhasil lulus ujian nasional dari Indonesia untuk calon perawat sebanyak 10 persen, dan calon pengasuh lanjut usia 5 persen.


Mengantisipasi rendahnya tingkat kelulusan para kandidat, selanjutnya Pemerintah Jepang melakukan sejumlah perubahan dalam pelaksanaan ujian nasional, mulai dari perpanjangan waktu ujian, serta penambahan furigana pada karakter kanji.


Selain itu, durasi tinggal untuk calon perawat yang selama 3 tiga tahun, dan calon pengasuh lanjut usia yang 4 tahun, jika dapat memenuhi sejumlah persyaratan masing-masing diperpanjang satu tahun, agar dapat kembali mengikuti ujian nasional.


Pada tahun fiskal 2015, rata-rata kelulusan ujian nasional untuk calon pengasuh lanjut usia dari Indonesia mencapai 65.4 persen, yang melampaui rata-rata tingkat kelulusan yang sebesar 61 persen.