Dukungan untuk Kabinet Abe Turun Akibat RUU Keamanan

(Tokyo) Dukungan bagi Kabinet Perdana Menteri Abe Shinzo anjlok 9.7 persen poin dibanding bulan Juni menjadi 37.7 persen, ini merupakan yang terendah sejak bulan Desember 2012, sebagai akibat penolak publik atas rancangan undang-undang keamanan, ungkap hasil survei Kyodo News yang dirilis Sabtu (18/07).


Sementara tingkat penolakan naik menjadi 51.6 persen, dari sebelumnya 43.0 persen pada bulan Juni, yang melampaui tingkat dukungan.


Dalam survei melalui telepon yang dilaksanakan pada Jumat (17/07) dan Sabtu (18/07) pekan silam yang diikuti 1.008 responden yang mempunyai hak pilih, 73.3 persen responden menyatakan tidak memberikan dukungan pada ruu keamanan, sementara 21.4 persen mendukung.


Pada Kamis pekan silam, kubu yang berkuasa mengajukan RUU keamanan melalui Majelis Rendah meski mendapat penolakan kuat darikubu oposisi. Bahkan banyak anggota parlemen dari partai oposisi yang melakukan boikot sebagai bentuk protes.


RUU keamanan yang diajukan kubu yang berkuasa akan memperbolehkan Jepang melaksanakan hak pertahanan kolektif atau membantu Amerika Serikat dan negara sahabat lainnya yang mendapat serangan bahkan jika Jepang sendiri tidak di serang, yang menunjukan perubahan besar atas kebijakan keamanan yang berorientasi pertahanan pasca Perang Dunia II.


Sedangkan mengenai penjelasan pemerintahan Abe tentang RUU Keamanan, 82.9 persen responden menyatakan tidak memadai, dan 13.1 persen menilai sudah cukup.


Selain itu, lebih dari setengah responden atau 56.6 persen menyatakan RUU keamanan melanggar konstitusi, dan 24.4 persen menganggap masih dalam jalur konstitusi.


Sebanyak 68.2 persen responden menentang pembahasan RUU Keamanan dalam sesi sidang parlemen saat ini, yang berakhir pada bulan September, naik 5.1 poin dari survei sebelumnya di bulan Juni, sementara 24.6 persen memberikan dukungan.


Untuk dukungan bagi partai politik, sebanyak 31.9 persen responden memilih Partai Liberal Demokrat atau Jimin to (LDP), turun 5.1 poin dibanding survei pada bulan Juni, sementara Partai Demokrat atau Minshu to (DPJ) 11.2 persen, atau naik 1.1 poin, dan sebanyak 39.3 persen menyatakan tidak mendukungpartai tertentu.