Update Terakhir: 19:02 - 27 Apr 2012.

Busana Musim Panas Bergaya Retro Berikan Kesan Kasual

(Tokyo-Jepang) Pada musim panas tahun ini, gaya Retro yang memberikan kesan kasual, nampaknya mulai menarik perhatian penggemar fesyen di Jepang, khususnya dalam berbusana.



Kata “Retro” berasal dari bahasa latin yang berarti “mundur” atau “di masa lalu”.



Di Jepang, busana bergaya Retro menampilkan kembali motif dan cara berpakaian masyarakat pada zaman Showa, dengan motif bergaris, polkadot, serta bintang-bintang kecil.


Selain itu, busana dipercantik dengan tambahan pita, kancing, dan aksesori seperti ikat pinggang, dan topi.



Meskipun mengambil tema "retro", namun tren musim panas kali ini menampilkan kesan kasual yang nyaman dipakai.



Salah satu pakaian wanita bergaya retro, dibuat dari bahan katun yang mudah menyerap keringat, dengan motif polkadot kecil, dan pita berbentuk dasi kupu-kupu.



Modelnya yang longgar bisa dipadukan dengan warna gelap, sehingga memberikan kesan wanita dewasa saat dipakai.



Tidak hanya itu, motif bintang-bintang kecil dengan bahan baju transparan juga menjadi perhatian para penggemar fesyen di Jepang.



Tidak ketinggalan busana dengan motif bergaris yang dipadukan dengan rok mini serta ikat pinggang dan topi, menambah kesan "retro" pada musim panas tahun ini.


Zaman Showa, merupakan zaman dimana kebudayaan Eropa masuk ke Jepang dan mempengaruhi pola hidup serta kebudayaan masyarakat Jepang saat itu, hal ini disebut sebagai "Showa Modan" atau modernisasi Showa.



Salah satu yang berpengaruh adalah dalam hal berpakaian. Masyarakat Jepang mulai mengganti pakaian sehari-hari mereka dari Kimono menjadi pakaian bergaya barat, yakni setelan baju dan celana untuk pria, dan rok untuk wanita.



Gaya retro tidak hanya populer sebagai fesyen musim panas, namun juga menjadi perhatian untuk tren busana dan aksesori musim gugur tahun ini.