Terapis dari Shizuoka Ajarkan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus

(BEKASI) Keprihatinan terhadap pertumbuhan anak berkebutuhan khusus, mendorong pusat studi penyandang cacat Milestone memberikan pelatihan terapi mandiri kepada orang tua dan guru di Cikarang, Bekasi.

Pelatihan yang berlangsung pada 3 Januari silam ini, dipimpin ahli terapi dari Prefektur Shizuoka bernama Ito Masae.


Ito menjelaskan gangguan pertumbuhan anak terjadi karena tidak berkembangnya saraf yang terhubung ke otak dan tubuh, dan tidak adanya keseimbangan antara indra yang satu dengan yang lain.


"Perkembangan anak sangat dipengaruhi proses pertumbuhannya. Anak-anak sangat aktif dalam bermain dan hidupnya, pada saat itu stimulus menjadi sangat penting,” ujarnya.


Ito menambahkan, ketika bayi berumur 0-1 tahun sudah memiliki kemampuan untuk merasakan rangsangan. Saat berguling pun, bayi menerima integrasi sensorik pada otak dan tubuh yang menjadi dasar bagi pertumbuhannya.


Ito menggunakan metode bola yang diayunkan ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan dengan diikuti gerakan mata, yang gunanya untuk melatih kekuatan indra. Selain itu, menurutnya metode ini dapat memberikan kemampuan pengenalan karakter dan melatih kepekaan spasial (kecerdasan visualisasi) anak.


Advisor Milestone, Kagure Nanae mengatakan,mereka berupaya mengembangkan sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Bahkan saat ini juga sedang menyiapkan tempat yang digunakan layanan konsultasi orang tua.


“Saat ini pelatihan seperti ini merupakan langkah awal. Namun, nantinya jika dewasa, saya berharap anak-anak penyandang cacat dapat bekerja di perusahaan seperti orang lainnya,” tandasnya.


Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang