Pelajar Yogyakarta Menang Lomba Pidato Bahasa Jepang
Selasa, 19 Februari 2013 00:39
(JAKARTA) Kisah tentang perubahan dalam kehidupannya, mengantarkan siswi SMA Stella Duce I Yogyakarta, Deorita Edsonia (17) memenangkan Lomba Pidato Bahasa Jepang SLTA Tingkat Nasional ke-12.
Siswi kelas 3, ini menyisihkan 13 peserta dari 8 wilayah MGMP Bahasa Jepang, yakni Sumatera Utara dan Aceh, Sumatera Barat, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Utara, dalam lomba yang diselenggarakan Japan Foundation bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta Sabtu (16/02).
Deo membawakan pidato berjudul “Watashi no henka” (Perubahanku) yang terinspirasi dari kehidupannya sendiri. "Dulu waktu SMP, saya manja sekali, sampai segala keperluan disiapkan. Bahkan sebelum berangkat sekolah, baju pun diambilkan pembantu. Namun orang tua menyuruh untuk masuk sekolah di asrama di Yogyakarta. Dari situ saya mulai belajar mandiri."
Menurut Deo yang berasal dari Jakarta, selain kemandirian, pesan yang ingin disampaikan dalam pidatonya adalah pentingnya mencintai lingkungan. Kecintaannya pada tanaman dan kebersihan, mendorongnya untuk menggagas sebuah klub bersama teman-temannya, yang dinamai Kartini Alam, untuk mengolah sampah dan memelihara kebersihan lingkungan.
"Saya sama sekali tidak menyangka bisa menang, karena pesertanya hebat semua. Saya senang belajar Bahasa Jepang, Walaupun agak susah tapi saya terus mencoba. Nantinya saya ingin melanjutkan kuliah di Jepang, jika mendapatkan beasiswa," katanya.
Sementara juara kedua diraih siswa SMA Negeri 2 Surabaya, MHD Vaeez Ryan Avino (17), dengan judul “Kenko wa hitsuyodeshouka” (Apakah Kesehatan Itu Perlu). Vaeez menyerukan perlunya menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca Indonesia yang cepat berubah. Oleh karena itu harus bisa mencintai kesehatan, mulai dari mengatur pola makan, olahraga teratur dan memperhatikan waktu tidur yang cukup.
“Saya sekarang sudah kelas 3, dan sebentar lagi masuk universitas. Pastinya mempersiapkan banyak hal, termasuk kesehatan yang paling nomor satu,” ujar Vaeez yang ingin kuliah di Universitas Indonesia (UI).
Juara ketiga diraih siswi SMA Negeri I Cianjur, Jawa Barat Talin Salisah, dengan “Jiritsu no Seika” (Buah Kemandirian), kemudian siswi SMA Negeri I Ubud, Bali, Luh Made Sri Wahyuni dengan “Yume” (Mimpi).
Program Officer Language Section JF Ananda Apin, mengatakan untuk tahun ini tema pidatonya bervariasi mulai dari pengalaman belajar bahasa dan budaya Jepang, kepedulian terhadap pelestarian alam dan lingkungan, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Selain mendapatkan hadiah dan sertifikat, kata Ananda, rencananya peserta yang masuk empat besar akan mengikuti dua program kunjungan ke Jepang selama 12 hari, pada pertengahan Juli mendatang, yakni Japanese-Language Program for High School Students dari The Japan Foundation Japanese Language Institute Kansai, dan Japanese Speech Awards (JSA) oleh Education Guardianship Group (EGG).
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
Tabloid
>> Memo Bisnis
| Fujifilm X100s, Kamera Ringkas Hasil Foto Berkualitas 20/02/2013 |
| artikel lainnya |
>> Sosial & Pendidikan
>> Gaya Hidup & Hiburan
Karir
| Key Account Manager ~ PT Uni-Charm Indonesia 19/02/2013 |
| lowongan lainnya |
