Fujifilm X100s, Kamera Ringkas Hasil Foto Berkualitas

(JAKARTA) Dahulu merek Fujifilm sangat dikenal bagi penggemar fotografi, namun seiring hadirnya kamera digital, merek ini seperti tersisih. Kini PT Fujifilm Indonesia mencoba meraih minat penggemar foto melalui jajaran produk kamera baru.

“Ketika kamera masih memakai film, market share Fujifilm di Indonesia nomor satu. Hal itu bertahan hingga 2002, ketika era kamera analog mulai berakhir,” ungkap Sales & Marketing Manager PT Fujifilm Indonesia, Johanes Rampi, pada peluncuran kamera X100s, Senin (18/02).


Kamera X100s merupakan tipe mirrorless (tanpa cermin) yang dihadirkan bergaya retro namun memiliki sejumlah kelebihan.


Kamera mirrorless merupakan solusi paling pas bagi pengguna yang menginginkan kamera berkualitas gambar setara DSLR namun berukuran kecil, ringan serta gampang dipakai. Berbeda dengan kamera DSLR yang membutuhkan cermin untuk menampilkan target foto di viewfinder, pada kamera mirrorless, cermin ini dihilangkan. Efeknya ukuran kamera pun menjadi lebih kecil dan ringan.


Kamera X100s mengusung sensor X-Trans CMOS II yang mampu menghasilkan 16,3 juta piksel. Sebagai penyempurnaan generasi sebelumnya, X100, kamera ini diklaim memiliki autofokus tercepat di dunia yakni 0,08 detik.


Lensa Fujinon 22mm yang dimilikinya mampu menghasilkan gambar tajam, detail dan reproduksi warna yang bagus. Lensa ini juga memungkinkan mengambil foto dengan jarak hingga 10 cm dari obyek pada moda makro sehingga gambar yang dihasilkan lebih bagus.


Fitur Hybrid Viewfinder memungkinkan pengguna memilih antara Optical Viewfinder untuk penglihatan seperti dengan mata telanjang ataupun Electronic Viewfinder untuk tampilan LCD. Pengguna dapat mengubah pengaturan kecepatan, aperture, ISO sembari tetap mengintip lewat viewfinder.


Efek-efek gambar yang artistik dapat dihasilkan dengan memilih di antara 8 fungsi filter yang tersedia. Fitur-fitur yang menarik untuk dicoba yakni Toy Camera untuk menciptakan efek gambar serupa kamera mainan, Miniature untuk menghasilkan gambar seperti miniatur dan Partial Color yang memungkinkan memilih satu warna dari target kemudian membuat warna lain menjadi hitam putih.


Empat fitur lain yakni Pop color, Dynamic Tone, High Key, Low Key serta Soft Focus dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas warna.


Di balik ukuran yang ringkas, kamera ini ternyata memiliki kemampuan perekaman video yang mumpuni. Rekaman yang dihasilkan mempunyai kualitas full HD (1920x1080) dengan kemampuan rekam 60 frame tiap detik sehingga gambar yang dihasilkan sangat halus.


Peminat fotografi dapat memperoleh kamera ini mulai Maret 2013 dengan harga Rp12,75 juta.


”Menggunakan kamera ini seperti kembali ke masa lalu dengan adanya moda Velvia, Provia, Astia dan Sepia,” ungkap Rynol Sarmond, wartawan Kompas ketika diminta komentar.


Berbagai moda yang disebutkan adalah jenis-jenis film untuk kamera analog Fujifilm pada masa lalu untuk beragam efek foto.


Meskipun belum mencoba lebih jauh, Rynol menambahkan,”Kelebihan kamera ini, jika pada DSLR dengan bukaan kecil hasil gambar akan blur, namun pada X100s hasil foto tetap jelas.”


Fuji Film menargetkan total penjualan 100.000 unit kamera digital tahun ini. Target ini bertambah dari penjualan tahun 2012 yang mencapai 75.000 unit kamera.

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang