Produsen Makanan Jepang Jajaki Pasar Indonesia

(JAKARTA) Prospek pasar makanan Indonesia yang cukup menjanjikan terutama di masa mendatang, mendorong Cool Japan, proyek Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) menjembatani produsen makanan Jepang masuk ke Indonesia.

"Cool Japan menjembatani perusahaan Jepang terutama bidang makanan dan minuman, untuk mencarikan calon-calon partner yang ingin bekerja sama. Ini juga salah satu kegiatan untuk fokus menjalin hubungan baik dengan ASEAN, khususnya Indonesia," kata Tim Cool Japan, Todoroki Koji.


Menurutnya, pasar Indonesia cukup menjanjikan dengan didukung populasi masyarakat yang saat ini mencapai 2,5 miliar penduduk, dan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik. Apalagi masyarakat Indonesia, saat ini semakin banyak yang makan di luar, bahkan rata-rata menghabiskan 12-14% pendapatannya setiap bulan.


“Selain melihat prospek pasar yang bagus, kita juga yakin makanan Jepang dapat diterima karena dikenal mengutamakan kesehatan, dan keduanya memiliki budaya makan yang sama yaitu mengkonsumsi nasi dan mie,” tambahnya.


Agar semakin mendorong kegiatan ini, Tim Cool Japan sedang mempelajari sertifikasi halal, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Menurutnya perusahaan Jepang yang ingin berinvestasi, harus menghormati situasi dan budaya di Indonesia terlebih dahulu.


Dalam program Business Matching yang digelar di Grand Kemang Hotel pada Jumat (15/02) hadir lima produsen makanan dari berbagai daerah di Jepang, yakni Tentaku, Izumi Create, Cafe do Centro, Boulangerie A Bientot, dan Zagros.


“Sebetulnya, saat ini kami sedang terfokus dengan bisnis restoran di Hongkong. Namun, ternyata Indonesia, juga memiliki prospek yang cukuo bagus. Apalagi warga Jepang cukup banyak di Indonesia.,” kata CEO Izumi Create, Nakano Toshikatsu.


Jika nanti menemukan partner yang cocok, produsen pengusung Curry Rice dari Osaka ini, memastikan berencana membuka restoran, mengingat belum ada yang menjual Curry Rice asli Jepang di Indonesia.


Lain halnya dengan produsen ramen Tentaku. Menurut General Affair Tentaku, Funakoshi Makiko, meskipun ramen telah banyak dijual di restoran Indonesia, namun mereka akan menghadirkan salah satu masakan andalannya yaitu ramen hitam dari saus soya.


“Kami harap menemukan partner yang cocok. Kami memiliki beberapa menu istimewa, salah satunya ramen berwarna hitam dari saus soya, yang telah memenangkan Tokyo Ramen Show, selama empat tahun berturut-turut,” ujarnya.


Kegiatan ini juga menarik perhatian sejumlah pengusaha Indonesia. Salah satunya, Oda Linda yang tertarik dengan bakery dari Boulangerie A Bientot.


Menurutnya jenis roti ini cukup populer di Jepang. Jika dibawa ke Indonesia, dapat menjadi pasar baru. Selain itu, masyarakat Indonesia juga sudah cukup familiar dengan makanan dari luar.


“Saya tertarik dengan roti A Bientot. Roti ini cukup populer di sana, dan tidak ada di Indonesia. Namun, masih banyak hal yang harus dibicarakan mengenai kerja sama ini,” katanya.


Proyek Cool Japan, ini merupakan kali kedua dilaksanakan setelah akhir tahun lalu. Rencananya akan dilanjutkan dengan menggelar Tokyo Business Tour pada 24-30 Maret mendatang, yang mendatangkan produsen makanan Indonesia ke Tokyo.


“Kita juga ingin memfasilitasi produsen makanan Indonesia, untuk dapat buka di Jepang, mengingat semakin banyak penduduk Muslim di sana. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik kedua negara,” tandas Todoroki.


Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang