Mantan Kepala Biro Asahi Shimbun Jakarta Terbitkan Memoar Tentang Indonesia
Senin, 08 April 2013 01:21
(JAKARTA) Hampir 4 tahun bertugas di Indonesia, ternyata memberikan kesan mendalam bagi mantan Kepala Biro Asahi Shimbun Jakarta, Yano Eiki, sehingga mendorong dirinya untuk meluncurkan buku mengenai Indonesia berjudul “Kanosei no Taikoku, Indonesia” (Negara Berpotensi Besar, Indonesia) belum lama ini.
Buku setebal 256 halaman ini berisi mengenai kondisi ekonomi, politik, agama, serta masalah yang kerap terjadi di Indonesia mulai dari korupsi, lingkungan, hingga Hak Asasi Manusia (HAM), dan ditulis berdasarkan peliputan serta pengalaman Yano selama bertugas di Jakarta sejak 2007 hingga 2010.
“Selama hampir 4 tahun tinggal di Jakarta, saya jadi sangat suka dengan Indonesia. Saya ingin menunjukkannya kepada warga Jepang dengan tulisan lebih rinci, yang tidak tersampaikan melalui artikel berita,” ujar Yano.
“Kanosei no Taikoku, Indonesia” terbagi dalam 6 bab, dimulai dengan segala aspek perubahan yang terjadi akibat pesatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, situasi politik di bawah kepemimpinan Presiden Yudhoyono, dan juga mengenai penduduk Indonesia yang mayoritasnya merupakan muslim.
Pria berusia 44 tahun ini juga menyorot masalah hutan hujan tropis dan korupsi, serta sistem demokrasi di Indonesia selama 10 tahun terakhir usai berakhirnya pemerintahan Soeharto, dengan tidak lupa mencantumkan sejumlah pendapat mulai dari kalangan politisi, kritikus, warga kelas menengah ke atas, hingga rakyat kecil.
Yano juga menyelipkan kolom informasi mengenai kain batik, warga yang masih hidup secara tradisional di daerah pedalaman seperti suku Baduy, hingga sejarah warga keturunan Cina di Indonesia.
Di bagian Epilog, pria yang kini bertugas di Fukuoka sebagai Wakil Kepala Pusat Redaksi Jepang Bagian Barat Asahi Shimbun, juga menuliskan pendapatnya mengenai Indonesia.
Menurutnya, bagaikan gelas yang berisi air. Ada yang menyebut gelas tersebut setengah terisi. Ada pula yang menyebutnya setengah kosong. Tidak berbeda dengan Indonesia. Sejumlah pihak mengatakan Indonesia berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dalam waktu yang singkat, namun di lain pihak mengatakan Indonesia belum cukup siap untuk menjadi negara maju karena masalah infrastruktur.
Yano juga mengungkapkan pengalamannya saat mewawancarai pebisnis Jepang yang telah lama tinggal di Indonesia. Menurutnya, mereka yang datang ke Indonesia akan menangis dua kali, yakni saat pertama kali datang ke Indonesia karena mengalami kesulitan dan stress akibat kondisi Indonesia yang jauh berbeda dengan di Jepang, lalu menangis kembali saat akan pulang ke negara asalnya, karena tidak rela meninggalkan Indonesia yang mereka cintai.
“Kanosei no Taikoku, Indonesia” diterbitkan oleh Sosisha dengan harga 1.700 yen atau sekitar Rp 170 ribu.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

