ITS & Universitas Kelautan Jepang Kerjasama Proyek Pertukaran Peneliti
Kamis, 21 November 2013 00:28
(Surabaya) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjalin kerjasama dengan National Maritime Research Institute (NMRI) Tokyo, melalui proyek pertukaran antar peneliti guna mempermudah mahasiswa yang ingin melakukan penelitian, khususnya di bidang kelautan.
"Pihak kampus siap memberikan bantuan fasilitas kepada mahasiswa ITS yang akan melakukan penelitian di NMRI," ujar President NMRI Mori Kazuhiro pada saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Sabtu (9/11/2013) silam, bersama dengan Rektor ITS Tri Yogi Yuwono.
Mori juga mengungkapkan, NMRI menjadi salah satu universitas swasta khusus bidang kelautan di Jepang yang memiliki sejumlah fasilitas dan perlengkapan penelitian lengkap untuk mendukung penelitian di bidang kelautan, seperti towing tank, actual sea model tank, ice model basin, dan ocean engineering basin.
Selain itu, ada pula Reproduction Test yang dapat mereka ulang peristiwa saat kapal oleng terhantam ombak atau gelombang laut, sehingga dapat dianalisis penyebab kapal tersebut lepas kontrol dan akhirnya kandas.
Rencananya, kerjasama antar kedua belah pihak akan difokuskan untuk mahasiswa Fakultas Teknik Kelautan, mulai dari Teknik Perkapalan hingga ke Teknik Perminyakan yang sebagian besar lulusannya akan bekerja di kilang pengeboran minyak lepas pantai.
“Karena Indonesia dan Jepang sama-sama negara kepulauan dan maritim, kami ingin kerjasama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Mori.
Indonesia menjadi negara ke-5 yang bekerjasama dengan NMRI, namun di tingkat universitas, ITS menjadi universitas kedua setelah Universitas San Paolo di Brazil. Sedangkan bagi ITS, ini merupakan yang kesekian kalinya bekerjasama dengan universitas di luar negeri.
“Kami seringkali melakukan kerjasama dengan sejumlah universitas luar negeri, khususnya Fakultas Kelautan. Sehari sebelumnya kami juga menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kami harap ini menjadi kesempatan bagus bagi para mahasiswa untuk berkembang dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya sehingga dapat mengaplikasikannya di Indonesia,” ujar Tri.
| Selanjutnya > |
|---|
