Tiga Orang Terjangkit Demam Berdarah di Tokyo
Jumat, 29 Agustus 2014 11:26
(Tokyo) Tiga orang dipastikan terjangkit demam berdarah pada hari Kamis, yang merupakan infeksi domestik pertama kalinya dalam 70 tahun terakhir, ungkap Kementerian Kesehatan.
Seorang pria asal Tokyo dan wanita yang menetap di Prefektur Saitama, keduanya berusia awal 20 tahunan, dan seorang remaja putri belasan tahun asal Saitama, kini dalam kondisi yang stabil, ketiganya bersekolah di lokasi yang sama di Tokyo, dan diyakini terjangkit setelah digigit nyamuk di Taman Yoyogi.
Ketiganya pergi ke taman sekitar tiga kali sepekan sejak awal Agustus, bersama dengan para pelajar lainnya untuk persiapan festival sekolah.
Selanjutnya Pemerintah Metropolitan Tokyo berupaya membasmi nyamuk di taman itu.
Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesehatan, sekitar 200 warga Jepang terinfeksi demam berdarah setiap tahunnya pada saat bepergian ke mancanegara, namun sejak tahun 1945 belum ada kasus terjangkit demam berdarah domestik. Salah seorang korban kali ini bahkan tidak pernah pergi keluar negeri.
Demam berdarah, yang biasanya menyebar di daerah tropis dan sub tropis di Asia, Afrika dan Amerika Latin, dipicu oleh gigitan nyamuk anopheles. Namun wabah ini tidak menyebar secara langsung dari orang ke orang.
Para penderita akan mengalami demam tiba-tiba sekitar tiga sampai tujuh hari sejak digigit, dan selanjutnya merasa ngilu pada bagian kepala dan otot.
Kebanyakan penderita mengalami gejala ringan, namun pada sebagian lainnya mengalami pendarahan, yang dapat berbahaya bagi keselamatannya.
Sebagian besar pasien hanya mendapat perawatan berupa obat anti pyretic, karena tidak ada obat atau vaksin yang efektif untuk penyembuhannya.
| Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- Bandara Haneda Buka Lebih Banyak Toko di Terminal Internasional
- Tiga Orang Terjangkit Demam Berdarah di Tokyo
- Tingkat Pengangguran Memburuk Pasca Kenaikan Pajak Konsumsi
- Kuroki Meisa Perankan Natsuki Aizawa dalam Drama TV Time Spiral
- Kereta Shinkansen Nagano-Kanazawa Mulai Beroperasi Pertengahan Maret 2015
- Lebih Banyak Pria Jadi Korban Kekerasan yang Dilakukan Wanita
