Senbei Hokkaido Berupaya Tembus Pasar Mancanegara

Senbei Hokkaido Berupaya Tembus Pasar Mancanegara(Hokkaido) Toko Senbei yang berada di kota Sapporo, Prefektur Hokkaido, berupaya menembus pasar dunia dengan memasarkan produk “Samurai Senbei”, kue khas dari tepung beras dengan berbagai variasi rasa dan bentuk.


“Samurai Senbei” didirikan Sanpei Masahiro pada 23 Januari tahun ini dan pria kelahiran Sapporo 39 tahun silam meyakini akan mendapatkan banyak pelanggan dari mancanegara.


“Kami harap dunia mengetahui dan mencicipi beras Hokkaido yang lezat ini,” tutur Sanpei.


Biskuit beras produksi Samurai Senbei sudah diperkenalkan ke luar negeri yang dilakukan dengan mengikuti festival kuliner di sejumlah negara seperti Malaysia dan Hongkong, dan rencananya akhir tahun ini Samurai Senbei akan memulai penjualan di Chicago dan New York, Amerika Serikat.


Sampai saat ini Samurai Senbei telah membuat tiga jenis senbei dengan menggunakan beras asal Prefektur Hokkaido seperti, “Yumepirica”; senbei keras yang dipanggang, “Fukkurinko” yang tipis, dan “Oborozuki” yang renyah.


Variasi rasa senbei yang umum adalah senbei rasa miso, rasa kecap asin, rasa aonori, rasa cabai dan rasa wijen. Senbei rasa kecap asin yang dibungkus dengan dengan rumput laut disebut nori senbei, yang dijual mulai dari harga 120 yen hingga 220 yen.


Sanpei sudah lama menjalani bisnis ini, dan sebelumnya sudah menimba pengalaman mengelola toko senbei yang dimiliki pihak keluarga ibunya yang sudah berjalan selama 5 dekade.


Semasa kecil, Sampei memperhatikan ibunya membuat kue beras, baik untuk tokonya maupun untuk pesanan dari “Kameda Seika”, perusahaan produsen kue yang berkantor di kota Niigata, Prefektur Niigata.


Lalu, Sanpei pada empat tahun silam mendapat ide untuk menggunakan beras Hokkaido untuk bahan baku tetapi kendala yang dihadapi tidak ada yang mampu membuatnya.


Pembuat Senbei menggunakan beras berkualitas baik yang akhirnya dapat menaikkan harga penjulan.


Selanjutnya Sanpei menghubungi beberapa pabrik untuk mengolah senbei tetapi hanya mendapat penolakan dengan alasan yang sering dikemukan “tidak menguntungkan.”


Tetapi dua perusahaan yang berlokasi di Prefektur Yamagata, bagian utara Jepang, menerima tawaran Sanpei untuk mengolah beras Hokkaido.


“Kualitas beras Hokkaido itu terbaik dan saya rasa senbei asal Hokkaido akan sukses dimanapun,” ungkap Sanpei.


Istilah "Senbei" disebut dalam naskah yang disimpan di Shōsō-in (gudang kekaisaran) tahun 737 Masehi di Nara. Pada waktu itu, senbei dibuat dari tepung terigu yang dicampur minyak.


Kota Sōka di Prefektur Saitama diyakini sebagai kota asal Senbei. Biskuit beras khas kota ini adalah sōka senbei yang awalnya berasal dari shiosenbei. Bentuknya bundar agak besar, dan begitu kerasnya hingga sulit dikonsumsi.