Update Terakhir: 18:03 - 09 Mar 2012.

Kaisar & Permaisuri Semangati Korban Krisis Nuklir Di Prefektur Fukushima

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

(Fukushima-Jepang) Kaisar Akihito, dan Permaisuri Michiko pada Rabu (11/05), mengunjungi tempat penampungan sementara korban krisis nuklir di Prefektur Fukushima, untuk memberi semangat kepada para pengungsi.

Dalam gymnasium di kota Fukushima, Kaisar beserta Permaisuri duduk bertukar cerita dengan para pengungsi, tentang perjuangan, dan kehidupan mereka dalam dua bulan terakhir paska bencana. Sekitar 620 warga dari beberapa kota disekitar pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima, mengungsi di gymnasium yang dijadikan tempat penampungan sementara.

Permaisuri Michiko berbicara dengan Gorai Noriku (57 tahun), ibu rumah tangga yang mengungsi dari kota Minamisoma, "Saya berharap kamu dapat kembali menjalani kehidupan normal."

Tepat pada pukul 2:46 siang, sesuai dengan waktu terjadinya guncangan gempa di timur laut, dan timur Jepang pada 11 Maret silam, Kaisar dan Permaisuri yang datang ke pusat evakuasi di kota Soma dengan menggunakan helikopter, memejamkan mata, dan berdoa bagi korban bencana.

Sewaktu, Kaisar dan Permaisuri mengunjungi kota Soma, sekitar 146 warganya tewas diterjang gelombang tsunami, mereka membungkuk mengamati puing-puing yang tersisa di tengah hujan.

Kemudian di sebuah sekolah dasar di kota Soma, Kaisar, dan Permaisuri menyampaikan apresiasi kepada Kamakura Katsumi (73 tahun), yang kehilangan istrinya dalam bencana, namun menjadi sukarelawan mengindentifikasi tubuh orang yang ia kenal.

Takehana Yuriko (41 tahun), pakar kecantikan dari kota Soma mengungkapkan, kunjungan Kaisar dan Permaisuri di saat setiap orang cemas akibat krisis, memberikannya motivasi.

Kunjungan sehari di Prefektur Fukushima, yang lebih dari 2.000 korban tewas, atau hilang karena bencana, merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Kaisar dan Permaisuri ke daerah bencana di Prefektur Chiba, Ibaraki, Miyagi, dan Iwate yang dimulai sejak April.

Pasangaan kekaisaran ini tiba di bandar udara Fukushima, dari bandar udara Haneda Tokyo, menggunakan pesawat pasukan bela diri (Jietai), pada Rabu (11/05) pagi hari, serta menyumbangkan sejumlah uang pribadi, bagi korban bencana. (IM/KN)