Promosikan Pertukaran Pelajar Lebih Efektif, Ditjen Pendidikan Tinggi Fasilitasi Pertemuan Pimpinan Universitas Indonesia & Jepang
Rabu, 18 May 2011 00:59
(Jakarta-Indonesia) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional RI Djoko Santoso menyatakan pertemuan antar petinggi universitas di Indonesia dan Jepang, merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mempromosikan pertukaran pelajar yang lebih efektif dan terarah.
Hal ini disampaikan Purwanto Senin (16/05), saat menghadiri “Pertemuan Para Pemimpin Universitas Jepang-Indonesia” yang diselenggarakan Kedutaan Besar Jepang dan Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional RI di Auditorium Dikti, Kemendiknas.
Selain rektor dan wakil rektor dari 42 universitas negeri dan swasta yang berasal dari Indonesia dan Jepang, pertemuan yang merupakan pertama kalinya diselenggarakan juga dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Katori Yoshinori, Konselor Bidang Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang Tani Masaki, dan Atase Bidang Pendidikan Kedutaan Besar Jepang Motomura Hiroaki.
Dalam pertemuan pertama ini, terdapat perwakilan dari 17 universitas Jepang, yakni Universitas Chiba, Doshisha, Hiroshima, Keio, Kyoto, Kyushu, Meiji, Nagoya, Osaka, Ritsumeikan, Shizuoka, Sophia, Tohoku, Tokyo, Toyohashi, Tsukuba, dan Waseda.
Sedangkan perwakilan 25 universitas dari Indonesia, terdiri dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Brawijaya (Unbraw), Universitas Darma Persada (Unsada), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Semarang (UNS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Palangkaraya, Universitas Parahyangan (Unpar), Universitas Sam Ratulangi, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Udayana (Unud).
“Kami harap setelah pertemuan ini, akan semakin banyak strategi yang dilakukan universitas di Indonesia dan Jepang untuk meningkatkan kerjasama, tidak hanya dari pertukaran pelajar, namun juga pemberian beasiswa dan kemudahan akses untuk melanjutkan sekolah,” ujar Djoko.
Sementara itu, wakil rektor Universitas Tokyo Tanaka Akihiko menyatakan pertukaran pelajar antar negara sangatlah penting, terutama dalam persaingan global.
“Untuk bersaing dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pada jaman globalisasi saat ini, membuka program pertukaran pelajar dengan negara lain sangatlah penting. Bahkan banyaknya jumlah mahasiswa asing dalam suatu universitas menunjukkan peran serta universitas itu dalam pendidikan internasional,” ujar Tanaka. “Kami harap akan semakin banyak para pelajar dari Indonesia yang belajar di tempat kami.”
Senada dengan Tanaka, Kasubdit Kerjasama Antar Lembaga Kementerian Purwanto Subroto juga menyatakan harapannya agar semakin banyak warga Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, khususnya Jepang, dan nantinya akan berguna bagi masa depan Indonesia.
“Pertemuan ini memang dikhususkan bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang master atau doktor. Kami telah mengupayakan pertemuan ini sejak tahun 2008, namun baru dapat terlaksana sekarang,” ujar Purwanto. “Tentu saja kami ingin kerjasama yang sudah kami perjuangkan sejak 2008, dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi Indonesia.” (Nova)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|