PGMP Bahasa Jepang se-Jabodetabek Gelar Festival Kebudayaan Jepang Untuk Tingkatkan Minat Belajar Murid SMA
Senin, 16 Januari 2012 17:20
(Jakarta-Indonesia) Persatuan Guru Mata Pelajaran (PGMP) Bahasa Jepang di wilayah Jabodetabek, bekerjasama dengan Kedutaan Besar Jepang dan The Japan Foundation Jakarta, Sabtu (14/01) menggelar festival kebudayaan Jepang (Bunkasai) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Bunkasai ke-11 yang diselenggarakan PGMP Bahasa Jepang se-Jabodetabek ini, dihadiri Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan Kedubes Tani Masaki, Tenaga Ahli Pendidikan Bahasa Jepang Moribayashi Ken, Ketua PGMP Marta Nurullita, dan perwakilan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan DKI Jakarta H. Budiyana.
Ketua PGMP Marta Nurullita menyatakan, "Tema bunkasai kali ini meningkatkan kemampuan dengan berbahasa Jepang. Bunkasai diselenggarakan sebagai wadah bagi para pelajar SMA untuk menyalurkan kemampuan mereka yang memiliki minat khusus terhadap budaya Jepang, dan juga agar anak-anak lebih semangat belajar."
Dalam acara yang dihadiri sekitar 200 orang dari 35 SMA, juga diselenggarakan berbagai macam lomba seperti pidato, pertunjukan drama, menggambar komik mangga, pertandingan roudoku (membaca teks dalam bahasa Jepang), dan paduan suara.
Pemenang lomba Roudoku diraih pelajar SMAN 1 Depok, juara lomba paduan suara dari SMAN 52, dan pertandingan drama dimenangkan SMAN 4 Bekasi. Sementara pemenang lomba komik manga dari SMAN 28 Jakarta.
Selain itu, staf dari Kedutaan Besar Jepang juga menyelenggarakan seminar untuk memberikan informasi dan membuka sesi tanya jawab mengenai beasiswa dan universitas bagi pelajar SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang.
Para pengunjung juga dihibur kelompok teater musikal mahasiswa En-juku yang menampilkan drama 'Tokyo Life Story' dan 'Yuki Onna', dan pertunjukan kelompok taiko (sejenis beduk tradisional) Universitas Bina Nusantara 'Kinryuu Zakura'. Kemudian, acara ditutup dengan tarian Bon (bon odori) yang dilakukan bersama-sama dengan pengunjung.
Menurut Marta, awalnya kegiatan PGMP ini dilakukan hanya dengan menggelar lomba pidato. Namun, seiring dengan bertambahnya permintaan dari para siswa dan jumlah anggota PGMP yang kini mencapai sekitar 150 orang, acara yang dilombakan pun semakin banyak, mulai dari karaoke, story telling, dan lain sebagainya. "Juara pertama dan kedua lomba pidato selanjutnya akan diikutsertakan dalam pertandingan tingkat nasional di RRI (Radio Republik Indonesia) yang diselenggarakan The Japan Foundation Jakarta," terangnya.
Lebih lanjut Marta Nurullita menambahkan, "Banyak pelajar yang menaruh minat terhadap budaya Jepang melalui budaya pop seperti komik manga dan animasi. Selain itu, banyak permintaan dari para pelajar untuk menyelenggarakan lomba cosplay." (II)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|