Update Terakhir: 07:14 - 24 Peb 2012.

Jajaki Kemungkinan Dirikan Perusahaan Patungan, Asosiasi Mold & Dies Jepang Kunjungi Indonesia

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
(Jakarta-Indonesia) Tim independen dari Japan Mold & Dies Industry Association, pada hari Kamis (16/02) di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, berpartisipasi dalam diskusi antar perusahaan Jepang, mengenai transaksi komponen atau sistem kontrak untuk perusahaan Mold & Dies di Indonesia.


Tim terdiri dari perwakilan 8 perusahaan Mold & Dies asal Jepang, yang sejak Senin (13/02) mengunjungi sejumlah perusahaan untuk menjajaki kemungkinan didirikannya perusahaan patungan di Indonesia.



Sementara dalam pertemuan diskusi, tim melakukan tukar pikiran dengan perwakilan 20 perusahaan yang tergabung dalam Indonesia Mold and Dies Association (IMDIA), sambil membicarakan kemungkinan kerjasama di masa depan.


Menurut data Japan Mold & Dies Industry Association, perusahaan Mold & Dies di Jepang saat ini mencapai 9,000 perusahaan, dengan 80-90 persen diantaranya merupakan perusahaan spesialis Mold & Dies produsen komponen kendaraan atau peralatan elektronik.



“Saat ini pasar Jepang sedang mengalami kemunduran. Sehingga banyak perusahaan yang khawatir dengan masa depan kelangsungan bisnis perusahaan mereka. Salah satu cara untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan yakni dengan mengembangkan pasar ke luar Jepang,” ujar Sekretaris IMDIA Tanigawa Itsuo.


Lebih lanjut, Tanigawa juga mengungkapkan, pendirian perusahaan patungan di Indonesia tidak hanya menguntungkan perusahaan Jepang, tapi juga industri otomotif dan peralatan elektronik yang sedang berkembang di Indonesia, sehingga dapat menghemat biaya produksi, karena komponen dapat diproduksi langsung di Indonesia.



“Kami perkirakan tren masuknya perusahaan Mold & Dies ke Indonesia, khususnya perusahaan kecil dan menengah (UKM) akan terus bertambah banyak,” ujar Tanigawa. “Ke depannya kami harap tidak hanya Mold & Dies, tapi juga perusahaan-perusahaan dari sektor lain agar dapat bekerjasama dengan perusahaan Indonesia.” (AN/JS)