Update Terakhir: 10:54 - 23 Peb 2012.
Tingkatkan Ekspor Pangan, 13 Produsen Kuliner Jepang Promosikan Produk Makanan di Indonesia
Minggu, 19 Februari 2012 19:35
(Jakarta-Indonesia) 13 Perusahaan produsen makanan asal Jepang, Kamis (16/02) dan Jumat (17/02), mempromosikan produk andalan mereka dalam kegiatan “Pertemuan Bisnis Kuliner” yang diselenggarakan Vox Trading di Hotel Mulia, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan ini, bertujuan untuk meningkatkan ekspor pangan, sekaligus memperkenalkan produk makanan Jepang yang sehat dan aman dikonsumsi.
Sekitar 50 orang perwakilan dari 30 perusahaan, termasuk restoran atau importir makanan untuk supermarket, menghadiri kegiatan yang diselenggarakan untuk kedua kalinya di Indonesia sejak tahun 2010 silam ini.
Dalam kegiatan ini, sejumlah produk makanan, mulai dari Miso, Shoyu, Teh Kesehatan, Susu Sapi, Jamur Shitake sampai dengan Sake dijajakan di atas meja.
“Kalau dirupiahkan, harga Jamur Shitake Hokto ini ada dikisaran Rp 20,000 – Rp 30,000. Menurut saya harga ini cukup pantas, apalagi dengan kualitas dan khasiat yang ditawarkan,” ujar Supply Division Kemchik Agus Purnawarman Hadi, yang tertarik dengan Jamur Shitake yang ditawarkan Hokto Corporation.
Jamur Shitake hasil budi daya Hokto Corporation di Prefektur Nagano, memang telah dikenal di Jepang sebagai Jamur Shitake berkualitas tinggi dan terjamin kehigienisannya, karena semua prosesnya dilakukan dengan mesin. Hokto Corp juga telah menjual Jamur Shitake dengan jenis yang sama di Singapura dan Malaysia.
“GDP Indonesia pada tahun 2011 mencapai 5 ribu dollar AS, dan populasi kelas menengah atas kini meningkat menjadi 73 juta jiwa, hal ini benar-benar menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang,” ujar Presiden Direktur Vox Trading Nagatani Kenichi. “Kami ingin mengembangkan kesempatan bisnis baru dengan mempromosikan produk makanan Jepang yang aman untuk dikonsumsi dan baik bagi kesehatan.”
Saat disinggung mengenai keharusan penggunaan label halal di setiap produk makanan impor yang masuk ke Jepang, Nagatani menyatakan, “Label Halal menjadi suatu keharusan dalam produk makanan apapun di Indonesia. Ini memang menjadi salah satu kendala, tapi kami tetap berusaha agar produk yang masuk ke Indonesia layak dikonsumsi.” (AN/JS)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|