Update Terakhir: 10:49 - 13 Jun 2012.

Kepolisian Jepang Larang Penggunaan 52 Jalan Bila Terjadi Bencana di Tokyo

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

(Tokyo-Jepang) Kepolisian Nasional Jepang (Keisatsu Cho/NPA) Kamis (07/03) mengumumkan rencana untuk melarang penggunaan 52 jalan umum dan bebas hambatan. bila terjadi gempa besar dengan kekuatan sekitar 7 skala richter di Tokyo dan kawasan sekitarnya.

Kebijakan ini diambil untuk memudahkan mobilisasi petugas Kepolisian, Pemadam Kebakaran, dan Pasukan Bela Diri, serta bagi mereka yang membawa barang dan bala bantuan.

Pelarangan penggunaan jalan umum dan bebas hambatan berlaku di 11 Prefektur, termasuk Tokyo, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Chiba, Kanagawa, Yamanashi, Nagano, Shizuoka, dan Aichi.

Ini merupakan pertamakalinya NPA mengumumkan pelarangan penggunaan jalan saat terjadi situasi darurat, yang meliputi dua atau lebih Prefektur.

Menurut juru bicara NPA, rencana pelarangan dilatarbelakangi oleh kemacetan parah yang terjadi paska gempa dengan kekuatan 9 skala richter di Jepang Timur pada 11 Maret tahun lalu.

Rencananya NPA akan melaksanakan latihan berdasarkan pelarangan ini pada bulan September mendatang, dengan asumsi bila terjadi gempa akan menewaskan sekitar 10,000 orang, dan menyebabkan kebakaran hebat di sekitar Metropolitan Tokyo.

Pelarangan penggunaan jalan akan berlaku pada rute jalur tol Shuto Kosoku (Dalam Tokyo), Tomei (Tokyo-Nagoya), Shin Tomei, Tohoku, Chuo, dan jalan lain yang biasa dilewati mobil meliputi kawasan mulai dari pintu keluar persimpangan Nasu Jalur tol Tohoku di Prefektur Tochigi, sampai pintu keluar Persimpangan Okazaki jalur tol Tomei di Prefektur Aichi.

Pelarangan pemakaian jalan juga berlaku di enam jalur tol yang mengarah ke Tokyo.

Sebelumnya Dewan Pencegahan Bencana Pusat (Chuo Bosai Kaigi/CDPC) menyatakan, dalam tiga dekade kedepan, kemungkinan besar akan terjadi gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Metropolitan Tokyo dan daerah disekitarnya.

Menurut CDPC, bila terjadi gempa di utara Teluk Tokyo maka diperkirakan akan menewaskan sekitar 11,000 orang, dan melukai sekitar 210,000 orang.

CDPC juga memperkirakan sekitar 850,000 gedung dan rumah akan hancur, atau terbakar, dan kerugian ekonomi mencapai 112 triliun yen.

Selain itu, NPA juga menyatakan akan meningkatkan jumlah petugas kepolisian, yang tergabung dalam unit reaksi cepat, dikirim ke kawasan bencana sebanyak 10,300 orang, dari jumlah saat ini yang sebanyak 6,400 orang. (KN/Arry)