Update Terakhir: 17:40 - 28 Mar 2012.

Seniman Bali Kolaborasi Musik & Puisi Kenang 1 Tahun Bencana 11 Maret

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

(Bali-Indonesia) Asosiasi Seniman Bali, Minggu (11/03) malam, menyelenggarakan pertunjukan seni bertajuk "Satukan Cinta untuk Dunia" (Itsukushimi to Ai no Sekai e) di Bentara Budaya Bali, Gianyar Bali guna mengenang satu tahun tragedi bencana gempa dan tsunami di wilayah timur Jepang.



"Konser mini ini menggabungkan unsur musik dan puisi, dengan komposisi bahasa yang komunikatif dan sederhana sehingga mudah dipahami, bahkan oleh anak-anak," ujar Ketua Panitia Wendra Wijaya.

Acara diawali dengan doa bersama sebelum menggelar pertunjukan yang menghadirkan puluhan seniman seperti, Ayu Laksmi & Svara Semesta, penyair Cok Sawitri, penari Nyoman Sura dan Jasmine Okubo.

Selain itu, seniman berdarah Jepang - Bali bernama Tirta Suzuki juga ikut memeriahkan acara dengan menyanyikan lagu "Furusato", yang liriknya menggambarkan keindahan kampung halaman.

Kegiatan yang mengusung konsep 5 elemen kehidupan, yakni air, udara, api, angin, dan akasa (kehampaan) ini, tidak hanya mengajak partisipasi warga Bali, namun turut mengundang anak-anak dari Lembaga Pendidikan Nihongo Honshuu Jugyoukou untuk membacakan puisi, menerbangkan balon, dan menulis surat berisikan harapan terhadap Jepang.

Lebih lanjut Wendra menjelaskan, "Surat yang ditulis masing-masing pengunjung akan dibakar, dialirkan, atau diterbangkan, untuk mewakili setiap elemen sebagai simbol menebar cinta ke kehidupan. Aksi solidaritas ini merupakan kegiatan untuk menyatukan berbagai jenis perbedaan dan keberagaman. Meskipun masih berskala kecil, kami harap nantinya bisa lebih berkembang."

Konsulat Jenderal Jepang di Bali Shirota Minoru menyatakan, "Saya belum pernah menyaksikan pertunjukan semeriah ini. Saya sangat terkesan dengan perpaduan budaya tradisional Bali dengan Jepang. (II)