Update Terakhir: 17:40 - 28 Mar 2012.

Ceritakan Sulitnya Berbahasa Jepang, Perawat Asal Indonesia Juarai Lomba Pidato Bahasa Jepang Bagi Perawat Asing di Tokyo

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

(Tokyo-Jepang) Theresia Maria Toji Pio, perawat asal Indonesia yang membawakan pidato berjudul “Muzukashikatta Nihongo no Koto to Omoiyari no Aru Shidou ni Tsuite” (Sulitnya Berbahasa Jepang dan Sikap Simpati Warga Jepang), Sabtu (10/03), berhasil menjadi juara dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang Bagi Perawat Asing yang bekerja di Jepang.


Dalam pidato yang diselenggarakan pertama kalinya kalinya oleh Association for Overseas Technical Scholarship (AOTS) bekerjasama dengan para peneliti penduduk migran antar negara dari Fakultas Sastra Universitas Kyoto, dan organisasi pekerja asal Vietnam, AHP Network, Theresia menceritakan sulitnya Bahasa Jepang, dan seringkali salah mengerti dengan apa yang diucapkan warga Jepang.


“Saya seringkali salah tertukar antara ‘Kare ga Dekita’ (Karenya sudah siap) dan ‘Kare ga Dekita’ (Sudah punya pacar),” ujar Theresia, sehingga mengundang tawa para penonton yang hadir di Tokyo Development Learning Center, tempat berlangsungnya lomba pidato.


Tidak hanya itu, dalam pidatonya Theresia yang kini bekerja di Rumah Sakit Ajina Tsuchiya di Prefektur Hiroshima, juga mengungkapkan kekagumannya terhadap rasa simpati warga Jepang terhadap lawan bicaranya.


“Rasa simpati warga Jepang terpancar dari kebaikan yang mereka berikan kepada lawan bicaranya. Dari sikap mereka kita dapat merasakan bagaimana warga Jepang menempatkan posisi mereka di tempat lawan bicaranya,” ujar Theresia.


Theresia merupakan salah seorang perawat Indonesia yang datang ke Jepang pada tahun 2008 melalui program Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJEPA), dan berhasil lulus ujian nasional keperawatan pada tahun 2011.


Dalam lomba ini, Theresia berhasil menyisihkan 39 peserta lainnya dan menjadi salah seorang dari 10 peserta terpilih yang berkesempatan membacakan pidatonya dalam babak final.


Menurut Otani Hideaki, Manager Public Relations Group Management Strategy Division AOTS, tujuan utama dari lomba pidato ini agar para perawat semakin mudah berkomunikasi dengan warga Jepang.


“Jika tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa Jepang, maka harus ikut tes bahasa Jepang. Dengan begini kami ingin memperluas penggunaan bahasa Jepang yang baik dan benar di kalangan warga asing yang tinggal di Jepang,” ujar Otani. (AN/JS)