PM Noda Ingin Gunakan Puing Untuk Bangun Penghambat Ombak Tsunami
Selasa, 13 Maret 2012 17:02
(Tokyo-Jepang) Perdana Menteri Noda Yoshihiko Selasa (13/03) mengungkapkan keinginannya untuk menggunakan puing-puing dari daerah yang dilanda bencana gempa dan tsunami 11 Maret, nantinya akan dipakai untuk pembuatan penghambat ombak dan hutan di sepanjang wilayah pantai guna melindungi warga setempat dari tsunami.
"Pemerintah akan bekerja dalam satu kesatuan untuk menangani puing-puing yang bertumpuk di Prefektur Miyagi dan Iwate, mengakibatkan terhambatnya proyek rekonstruksi di daerah yang dilanda bencana," ungkap PM Noda dalam Rapat Kabinet Pertama yang membahas isu itu.
"Saya ingin membangun penghambat ombak, dan hutan guna mengantisipasi bencana sehingga bisa melindungi warga dari tsunami di masa datang, dan juga bisa diwariskan ke generasi mendatang," ujar PM Noda menambahkan.
Rapat kabinet membahas langkah untuk mempercepat pembuangan puing-puing, yang terlambat dari jadwal, karena adanya kekhawatiran terkontaminasi unsur radioaktif akibat kecelakaan di pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima.
Pemerintah pusat kini berupaya menghilangkan kekhawatiran itu. Dari tiga Prefektur yang paling parah dilanda bencana, yakni Miyagi, Iwate, dan Fukushima, rencananya puing-puing asal Fukushima akan dibuang di dalam prefektur.
Anggota kabinet juga memastikan dalam rapat, pemerintah pusat secara resmi akan mendesak pemerintah kota di seluruh Jepang untuk menerima puing-puing dari daerah yang dilanda bencana, juga menghimbau agar perusahaan swasta juga ikut serta.
Dalam Konferensi pers, Hosono Goshi Menteri Lingkungan menyatakan, pemerintah pusat akan meminta sejumlah pemerintah daerah, melalui surat pada akhir pekan, agar mau bekerjasama menangani isu puing-puing.
Sementara Menteri Perindustrian Edano Yukio, dalam konferensi pers terpisah menyatakan, dirinya akan mengirim surat yang isinya menghimbau perusahaan swasta, seperti produsen semen, dan produsen kertas, agar menggunakan puing-puing sebagai bahan baku dan bahan bakar.
Menurut data dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (Keizai Sangyo Sho/METI), sampai awal Maret, hanya 6 persen dari 23 juta ton puing yang telah dibuang, atau dibakar di Prefektur Iwate, Miyagi, dan Fukushima. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|