Sentimen Bisnis Kuartal 1-2012 Diantara Perusahaan Besar Jepang Turun
Rabu, 14 Maret 2012 18:09
(Tokyo-Jepang) Sentimen bisnis diantara perusahaan besar Jepang pada kuartal pertama 2012 semakin memburuk, namun laju penurunannya moderat ditengah tumbuhnya permintaan domestik pasca bencana gempa 11 Maret, dan sudah adanya tanda pertumbuhan perekonomian di luar negeri, ungkap hasil survei gabungan Cabinet Office dan Kementerian Keuangan Rabu (14/03).
Indeks keyakinan, yang mencakup perusahaan dengan modal mulai dari 1 miliar yen atau lebih, berada di minus 2.7 pada periode Januari-Maret, atau turun dari minus 2.5 di kuartal sebelumnya, yang menandai penurunan dalam dua kuartal berturut-turut.
Hasil ini, menunjukkan melambatnya laju penurunan, dibandingkan dengan kenaikan dari plus 6.6 menjadi minus 2.5 pada kuartal Oktober-Desember. Namun, indeks diperkirakan naik menjadi plus 1.3 pada kuartal April-Juni, dan menjadi plus 7.3 pada kuartal selanjutnya.
"Hasil ini menunjukkan meningkatnya permintaan untuk proyek rekonstruksi pasca bencana gempa, dan ditambah dengan sudah mulai terlihatnya prospek pemulihan ekonomi di luar negeri," ungkap salah seorang pejabat Kementerian Keuangan.
Sentimen dikalangan perusahaan manufaktur turun menjadi minus 7.3 dari sebelumnya 6.1, sebagian besar dipicu oleh tingginya harga minyak mentah, dan komoditas lainnya, serta melambatnya ekspor komponen elektronik ke Asia, yang disaat bersamaan tingkat produksinya turun akibat lemahnya konsumsi di Eropa, pasca krisis hutang luar negeri di zona Euro.
Berdasarkan industri, perusahaan pengolahan makanan memimpin penurunan, anjlok menjadi minus 25.5 dari sebelumnya plus 2.3, akibat mahalnya harga bahan baku ditengah naiknya harga sayuran.
Industri kimia juga mengalami penurunan kinerja, karena lemahnya permintaan terhadap sejumlah bahan yang dipergunakan dalam pembuatan televisi layar datar, akibat penjualannya terus turun di Jepang.
Namun situasi kedepan tampaknya akan membaik karena sudah berkurangnya dampak banjir besar di Thailand yang terjadi pada musim gugur tahun lalu, juga berdampak pada turunnya hasil produksi dan ekspor industri Jepang, serta perkiraan meningkatnya permintaan dari negara berkembang ditengah semakin longgarnya situasi di Eropa.
Diantara perusahaan utama non manufaktur, indeks keyakinan naik menjadi minus 0.1 dari sebelumnya minus 0.5, yang dibantu tingginya permintaan domestik akibat dipercepatnya proyek rekonstruksi pasca terjadinya bencana gempa, dan tsunami.
Sektor konstruksi mendapat keuntungan dari meningkatnya permintaan terkait proyek rekonstruksi di wilayah Timur Laut Jepang yang hancur dilanda bencana, sementara industri telekomunikasi kinerjanya terus membaik sejalan dengan meningkatnya popularitas telepon seluler pintar (Ponsel pintar).
Sedangkan perusahaan kecil dan menengah, dengan modal antara 10 juta sampai 100 juta yen, indeksnya turun drastis menjadi minus 20,8 dari sebelumnya minus 16,2. Tapi diperkirakan akan pulih menjadi minus 12,1, dan minus 6,6 pada kuartal selanjutnya.
Survei dilakukan pada 15 Februari, dan diikuti 12,017 perusahaan. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|