Update Terakhir: 17:40 - 28 Mar 2012.

Peringati 1 Tahun Bencana Jepang, KBRI Tokyo Gelar Temu Warga Indonesia di Jepang

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

(Tokyo-Jepang) Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo (KBRI Tokyo), Jumat (09/03), menyelenggarakan acara temu masyarakat sebagai bentuk peringatan bencana gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011 silam.


Acara dihadiri lebih dari 70 orang, termasuk Senior Regional Coordinator Second Southeast Asia Division Kementerian Luar Negeri Jepang Kato Yoshiharu, warga Jepang pecinta Indonesia, serta sejumlah mahasiswa Indonesia di Jepang dan pihak yang telah banyak membantu melindungi dan menyelamatkan WNI di daerah bencana.


Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia untuk Jepang Muhammad Lutfi mengungkapkan terima kasih atas bantuan semua pihak yang telah membantu, dan menegaskan bahwa sikap semangat dan tabah warga Jepang dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami dapat menjadi bahan pembelajaran yang berarti bagi warga Indonesia.


Sementara Kato mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan bantuan pemerintah Indonesia terhadap Jepang pasca terjadinya bencana gempa dan tsunami, “Di saat perwakilan asing pindah keluar Tokyo pasca bencana 11 Maret 2011, Indonesia tidak melakukannya dan tetap berada di Tokyo. Hal itu adalah bentuk solidaritas dan dukungan Indonesia yang tidak akan pernah dilupakan oleh kami bangsa Jepang.”


Selain itu, Kato juga membacakan pesan dari Walikota Kesennuma Sugawara Shigeru, yang sangat terkesan dengan bantuan pemerintah Indonesia, khususnya saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta ibu Ani Yudhoyono mengunjungi Kesennuma.


“Saya ingin sekali memberikan cinderamata kepada Bapak Presiden RI sewaktu beliau berkunjung kesini, tapi perekonomian dan pabrik-pabrik masih lumpuh saat itu. Setelah proses rekontruksi selesai dan ekonomi telah membaik, saya ingin sekali berkunjung ke Indonesia untuk bertemu kembali dan memberikan cinderamata khas Kesennuma kepada Bapak Presiden, sekaligus berkunjung ke Aceh yang dulu juga pernah tertimpa tsunami,” ungkap Sugawara dalam suratnya.


Dalam kesempatan yang sama, diselenggarakan juga peluncuran sekaligus bedah buku “Japan Aftershock: Kisah-Kisah Berani Menghadapi Tsunami”, karya Hani Yamashita dan Junanto Herdiawan, yang menceritakan berbagai upaya dan sikap warga Jepang saat menghadapi gempa dan tsunami.


“Melalui buku ini kami berharap Indonesia dapat belajar upaya-upaya penanggulangan bencana dari Jepang untuk meminimalisir korban bencana,” ujar Hani Yamashita. (AN/KBRI Tokyo)