Unicharm Indonesia Luncurkan “MamyPoko Extra Dry Stripe Pad” untuk Bayi yang Baru Lahir
Minggu, 18 Maret 2012 01:17
(Jakarta-Indonesia) PT. Unicharm Indonesia, Selasa (13/03), di Hotel Indonesia Kempisnki Jakarta Pusat, meluncurkan “MamyPoko Ekstra Dry Stripe Pad” dengan ukuran yang didesain khusus bagi bayi yang baru lahir.
Menurut Presiden Direktur PT. Unicharm Indonesia Miyabayashi Yoshihiro, diluncurkannya popok dengan lapisan bergaris yang mampu menyerap urin lebih banyak dan membuat kulit bayi lebih cepat kering ini, ditujukan khusus untuk kenyamanan bayi yang baru lahir serta memudahkan pekerjaan ibu, khususnya di waktu tidur malam.
“Bayi yang baru lahir sangat sensitif dan harus selalu terjaga kebersihan serta kenyamanannya. Mereka juga seringkali terbangun karena buang air kecil dan besar di tengah malam. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada kondisi sang ibu,” ujar Miyabayashi. “Oleh karena itu, kami sengaja mengembangkan ‘MamyPoko Ekstra Dry Stripe Pad’ yang sebelumnya telah kami luncurkan pada bulan September silam, khusus untuk ukuran bayi yang baru lahir.”
Sementara itu Brand Manager MamyPoko Open PT Unicharm Indonesia Irma Dwi Oktaviani menambahkan, “Kami memahami kebutuhan ibu untuk membuat bayi mereka yang berusia 0-40 hari selalu sehat dan senyaman mungkin, terutama untuk pemeliharaan kulit sensitif bayi yang baru lahir agar tetap kering dan lembut.”
Dalam kesempatan yang sama, Unicharm Indonesia juga mengundang dokter spesialis anak dari Divisi Perinatologi RSCM dr. Rosalina Dewi Roeslani Sp.A(K), untuk menjelaskan kebiasaan dan mitos-mitos dalam perawatan bayi, yang berkembang di masyarakat, mulai dari mitos penggunaan popok sekali pakai yang dapat menyebabkan kaki membentuk huruf O.
“Sampai saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa popok sekali pakai dapat menyebabkan kaki membentuk huruf O. Justru sebaliknya popok sekali pakai sangat bagus untuk meningkatkan kenyamanan bayi, terutama di saat tidur. Jika bayi memiliki waktu tidur yang lebih lama, tentu akan berpengaruh baik bagi perkembangan otak anak,” ujar dr. Rosalina. (AN/JS)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|