Kementerian Pertanian Berikan Informasi Bagi Para Eksportir untuk Tingkatkan Ekspor Pangan ke Jepang
Minggu, 18 Maret 2012 15:40
(Jakarta-Indonesia) Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Kedutaan Besar Jepang, Jumat (16/03), menyelenggarakan seminar Promosi Ekspor Produk Pangan Indonesia ke Jepang, yang diselenggarakan di Bidakara Hotel, Jakarta Selatan, dalam rangka untuk menyampaikan informasi keadaan ekonomi di Jepang serta pengaruhnya terhadap produk pangan yang di ekspor ke Jepang.
Lebih dari 30 perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor menjadi peserta seminar dengan pembicara Presiden Direktur Vox Trading Indonesia Shiga Masakazu, yang menyampaikan berbagai informasi penting mengenai jenis produk pangan yang dibutuhkan Jepang saat ini, serta syarat dan peraturan yang harus dipatuhi para eksportir dari pembicara.
Dalam seminar juga dijelaskan sejumlah pelanggaran yang seringkali ditemui dalam pemeriksaan bulanan di pelabuhan, seperti keamanan produk, termasuk penggunaan pestisida yang berbahaya.
“Sejumlah syarat tentunya harus dipenuhi agar tercipta saling percaya, sehingga pengiriman produk pangan dapat terus dilanjutkan. Dalam bisnis ini tentu kepercayaan menjadi salah satu hal yang paling penting,” ujar Shiga Masakazu.
Seminar yang dilaksanakan kali ini merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung program Economic Partnership Agreement (EPA) antara Indonesia dan Jepang sejak tahun 2008, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Selain Indonesia, Jepang juga mengimpor produk pangan dari Vietnam, Kamboja, dan Myanmar, khususnya buah-buahan tropis.
“Informasi yang diberikan dalam seminar ini tidak hanya membantu para eksportir dari Indonesia, tapi juga pemerintah Jepang dalam memenuhi kebutuhan warganya di bidang pangan,” ujar Shiga. (AN/JS)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|