Ozawa Nyatakan Tidak Bersalah
Senin, 19 Maret 2012 17:32
(Tokyo-Jepang) Ozawa Ichiro, mantan pimpinan Partai Demokrat (Minshu To/DPJ) Senin (19/03) dalam pernyataan penutup, kembali menyatakan dirinya tidak bersalah terhadap tuduhan kerjasama dengan tiga mantan staf untuk membuat laporan palsu dana politik.
"Saya tidak bersalah, dan tidak akan bertanggung jawab atas kejahatan atas alasa apa pun," ujar Ozawa (69 tahun) dalam pernyataan akhirnya pada sidang di Pengadilan Negeri Tokyo, yang dimulai sejak bulan Oktober 2011.
Tim Hakim, yang diketuai Daizen Fumio, dijadwalkan memberikan putusan pada 26 April mendatang.
Sementara tim pengacara Ozawa juga menyatakan, politikus senior itu tidak punya motif untuk menutup-nutupi uang senilai 400 juta yen, yang disimpan secara tidak sah, dan tidak menyadari adanya pemalsuan laporan keuangan.
Ozawa dituding bekerjasama dengan tiga mantan stafnya tidak melaporkan uang senilai 400 juta yen, yang dipinjam dari organisasi pengelola dana politiknya untuk membayar transaksi pembelian tanah, merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang Dana Politik.
Menurut Ozawa, uang 400 juta yen berasal dari milik pribadi, seperti dari harta warisan dan royalti buku, dan menyatakan tidak terlibat dalam kasus pelaporan dana politik.
Lebih lanjut Ozawa mengungkapkan dirinya sama sekali tidak tahu mengenai pengelolaan uang, dan pembelian tanah, karena itu semua diserahkan kepada sekretarisnya.
Sementara tim pengacara Ozawa menyatakan, Kantor Kejaksaan Negeri Tokyo menyelidiki kasus itu berdasarkan khayalan, uang diterima dari perusahaan konstruksi.
Tim pengacara juga menyatakan, meski Kejaksaan Negeri Tokyo gagal mengajukan tuntutan terhadap Ozawa karena kurangnya alat bukti, namun tim Jaksa selanjutnya menyerahkan laporan ke Tim judisial independen, yang isinya menyatakan keterlibatan Ozawa dalam kasus itu, dan sebagai akibatnya politikus senior DPJ itu dituntut sampai dua kali oleh Tim Judisial Independen.
Berdasarkan sistim judisial Jepang, jika Tim judisial independen sampai dua kali memutuskan terdakwa bisa dikenakan tuntutan, maka selanjutnya Pengadilan Negeri akan memilih sejumlah pengacara untuk bertugas sebagai Jaksa yang akan mengajukan tuntutan.
Tiga mantan staf Ozawa ditangkap Tim Kejaksaan Negeri Tokyo pada bulan Januari 2010, dan dijatuhi hukuman pada tahun 2011, namun para terdakwa kemudian mengajukan peninjauan kembali ke Pengadilan Tinggi Tokyo.
Pada bulan Februari, Pengadilan Negeri Tokyo menolak menggunakan semua bukti yang berasal dari hasil penggeledahan terhadap Ishikawa Tomohiro (38 tahun), salah seorang mantan staf Ozawa, yang mengisyaratkan adanya kerjasama diantara mereka terkait tuduhan pemalsuan laporan dana politik, yang selalu dijadikan rujukan mengenai adanya indikasi keterlibatan Ozawa.
Sebagai contoh, Tim Pengacara yang ditunjuk Pengadilan Negeri menyatakan adanya tanda tangan Ozawa pada surat permohonan pinjaman uang sebesar 400 juta yen, yang digunakan untuk membeli tanah, dan menjadi bukti tidak langsung mengenai keterlibatan Ozawa.
Namun tim pengacara Ozawa menyatakan, "Itu biasa diantara para politikus yang sangat sibuk untuk menandatangani dokumen dari staf kepercayaan tanpa memperhatikannya lebih rinci." (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|