Update Terakhir: 17:40 - 28 Mar 2012.

Penjualan Produk Antisipasi Bencana Meningkat di Jepang

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

(Tokyo-Jepang) Gempa besar yang terjadi di daerah Tohoku 11 Maret silam telah mengubah pandangan warga Jepang terhadap gempa bumi, bencana alam, penghematan energi, serta berbagai isu lainnya. Sejumlah perusahaan mulai menawarkan berbagai macam barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang telah berubah, termasuk barang-barang untuk membantu pemulihan di wilayah yang dilanda bencana alam.


Sejak tanggal 11 Maret 2011, pengembang berbagai kondominium di area Teluk Tokyo pun mulai mengiklankan berbagai fasilitas gedung seperti sumber energi darurat dan tempat penyimpanan barang-barang untuk menanggulangi gempa.


Menurut berita yang dilansir Yomiuri Shimbun, Senin (19/03), Mori Building Co. berencana untuk memasang sumber energi darurat berkapasitas besar untuk gedung berlantai 47 yang masih dalam proses pembangunan di kawasan Minato, Tokyo yang mampu memasok 85% dari sumber energi gedung normal, sehingga listrik akan tetap menyala walaupun ada pemadaman listrik.


Selain itu, perusahaan produk makanan juga mengembangkan makanan siap saji, seperti kare yang tetap dapat dimakan tanpa perlu dipanaskan, seperti Ezaki Glico Co. yang memproduksi Jobiyo Curry Shokunin, kare instan yang dibuat dari minyak sayur sehingga tidak akan mengeras dalam suhu rendah.


Sementara NTT Docomo Inc. menawarkan layanan rekam pesan suara pada ponsel pintar atau alat elektronik lainnya melalui transmisi data walaupun layanan data sedang mati.


Sedangkan Panasonic Corp. mengembangkan sistem baru pada perangkat rumah tangga yang dapat dikoneksikan dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya. Kelebihan dari panel surya dapat disimpan secara otomatis dalam baterai untuk digunakan pada malam hari atau ketika listrik padam.


Kejadian gempa dan tsunami 11 Maret juga berdampak pada peningkatan penggunaan lampu LED (Light-Emitting Diode). Menurut GfK Marketing Services Japan Ltd., penjualan lampu LED meningkat sebesar 15.2% menjadi 33.5% pada bulan Februari 2012.


Tidak hanya itu, peningkatan juga terlihat pada jumlah konsumen yang membeli produk buatan wilayah yang dilanda bencana alam.


Sanwa Corp., sebuah perusahaan di Prefektur Fukushima memproduksi dan mengolah plat besi, mengembangkan alat dosimeter (alat pengukur dosis radiasi - red) dan mulai menjualnya pada bulan November dengan melabelkan produk sebagai barang buatan Fukushima.


Tidak hanya di Prefektur Fukushima, alat dosimeter produksi Sanwa Corp.juga laku terjual di wilayah dengan tingkat radiasi tinggi seperti Prefektur Tokyo dan Chiba. Sejauh ini, perusahaan tersebut telah menjual lebih dari 4,000 unit produk.

Nomura, Naoya dari Dentsu Innovation Institute menyatakan, "Meningkatnya minat konsumen terhadap produk buatan wilayah yang dilanda bencana mencerminkan keinginan masyarakat untuk berkontribusi dalam rekonstruksi." (Tara/YN)