Update Terakhir: 17:40 - 28 Mar 2012.

Kementerian Perhubungan Jepang Optimis Rencana Pembangunan Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Berhasil

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

(Jakarta-Indonesia) Kementerian Agraria, Infrastruktur, Perhubungan, dan Pariwisata Jepang (Kokudokotsushou/MILT) menyatakan optimis terhadap rencana pembangunan jalur kereta cepat (shinkansen) yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.




Hal ini diungkapkan Deputy Director General Railway Bureau MILT Tabata Hiroshi Senin (19/03) saat menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertajuk “Prafeasibility Study of The Jakarta-Bandung High Speed Railway Public Private Partnership (PPP) Project” di Pullman Hotel, Jakarta Pusat.



“Pembangunan jalur shinkansen akan sangat efektif untuk mengurangi kemacetan di Jakarta maupun Bandung, dan tentunya dengan infrastruktur yang lebih teratur akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Tabata. “Kami yakin cara ini dapat diterapkan di Indonesia dengan kerjasama yang baik antara dua negara, tidak hanya pemerintah tapi juga pihak swasta.”



Sejak bulan November silam, Japan Railway Technical Service (JARTS) dan Yachiyo Engineering dipercaya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) & MILT untuk melakukan survei lapangan guna memeriksa kemungkinan dibangunnya jalur shinkansen Jakarta-Bandung.



Selanjutnya, kedua perusahaan dipercaya kembali untuk melakukan persiapan pembangunan jalur rel dan stasiun mulai April mendatang.



Lebih lanjut, Tabata juga menjelaskan dana yang dibutuhkan untuk membiayai proyek ini mulai tahap pra-studi lapangan hingga tahap final akan menelan biaya sebesar Rp 56, 108 triliun, dengan pembagian Rp 46 triliun atau lebih dari 90 persen akan digunakan untuk konstruksi, meliputi pekerjaan sipil, pembangunan jalur (track).
Sementara, sisa 10 persen akan digunakan untuk biaya konsultasi, pajak, administrasi, dan pengalihan lahan.



Nantinya, shinkansen yang akan digunakan yakni jenis JR EAST Series E5 dan JR East E2, yang memiliki kecepatan maksimal 210 km/jam dan dapat mempertahankan kecepatan saat melewati jalur dengan besar sudut kemiringan hingga 25 persen.



Jalur shinkansen terbagi menjadi tiga jenis, yakni Super Ekspress Jakarta-New Airport-Bandung dengan waktu tempuh maksimal selama 45 menit, Airport Shuttle Jakarta-New Airport selama 20 menit, dan Express yang akan berhenti di enam stasiun, yaitu Dukuh Atas (Jakarta), Bekasi, Karawang, New Airport, Bandung, dan Gedebage, dengan waktu tempuh selama 50 menit.



Rencananya shinkansen akan mulai beroperasi pada tahun 2020, dan dapat mengangkut penumpang dari Jakarta ke Bandung sekitar 68 ribu orang per harinya dengan membayar tiket mulai Rp 50 ribu sampai Rp 300 ribu. (AN/JS)