Payung Teduh Tampil di Mie & Tokyo

(JAKARTA-Indonesia) Payung Teduh, band asal Indonesia yang mengusung musik 1960-an dengan kolaborasi jazz dan kerocong, mengawali tahun 2013 dengan tampil di dua kota di Jepang.

Payung Teduh, diundang Ori Management, event organizer yang didirikan sejumlah warga Indonesia di Jepang untuk ikut memeriahkan festival rakyat Indonesia di Yokkaichi, Prefektur Mie pada 4 Januari. Kemudian dilanjutkan dengan menggelar mini konser di Cafe Kick, Tokyo, bertema A Winter Session With Payung Teduh pada 5 Januari mendatang.


Menurut Marsya Adhitia, manajer Payung Teduh, sebenarnya sejak tahun 2009, mereka ingin memperkenalkan musik Payung Teduh kepada warga Jepang dan melihat apresiasi positif warga Jepang terhadap budaya Indonesia selama ini, Payung Teduh yakin genre musik yang mereka usung dapat diterima di sana.


Band yang beranggotakan Mohammad Istiqamah Djamad (vokal), Comi Aziz Kariko (bassis), Ivan Penwyn (gitar ukulele) dan Alejandro Saksakame (drum) akan membawakan lagu-lagu mereka dan beberapa lagu Jepang.


Payung Teduh mengatakan membawakan lagu Jepang sebagai bentuk apresiasi telah diberi kesempatan untuk pentas di sana.


"Yang pasti kita juga akan bawakan satu atau dua lagu Jepang sebagai bentuk apresiasi kita," ungkap Marsya kepada HaloJepang.com pada Rabu (2/01).


Di dalam video bertajuk Payung Teduh Goes to Japan "Berteduh di Negeri Sakura", mereka mengatakan ingin memperkenalkan Indonesia lebih jauh melalui musik dan sastra.


Payung Teduh berdiri pada 2007 silam. Namun, pada tahun 2012 Payung Teduh berhasil meraih beberapa penghargaan, salah satunya album mereka, Dunia Batas dinobatkan sebagai Album Terbaik 2012 versi Majalah Tempo.


Beberapa lagu Payung Teduh yang populer yaitu Angin Pujaan Hujan, Tidurlah, Menuju Senja dan Berdua Saja.


Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang