Sekitei Tawarkan Menu Ruibe, Hidangan Tradisional Suku Ainu
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 13 Juni 2011 22:19 Ditulis oleh Administrator Selasa, 14 Juni 2011 00:29
(Jakarta-Indonesia) Sekitei Japanese Restaurant, Klub Bimasena, Hotel Dharmawangsa, mulai Senin (13/06) sampai Sabtu (18/06), menawarkan hidangan Ruibe, yang merupakan hidangan tradisional Suku Ainu di Hokkaido.
Ruibe berarti “makanan yang meleleh” dalam Bahasa Ainu, sebenarnya merupakan cara menyantap salmon yang biasa dilakukan Suku Ainu, yakni tanpa bumbu tambahan, hanya menggunakan shoyu, jahe halus, dan wasabi.
Salmon yang disantap, biasanya baru ditangkap dan langsung dipotong serta dihidangkan, sehingga masih dingin dan segar, dan saat masuk ke dalam mulut, daging salmon yang beku langsung meleleh di lidah.
Meskipun awalnya merupakan santapan tradisional Suku Ainu, Ruibe saat ini telah tersebar di seluruh Jepang.
“Dulu Ruibe hanya disantap Suku Ainu di Hokkaido. Setelah ditangkap, salmon langsung dipotong dan dihidangkan. Tapi sekarang, semua orang di Jepang, tahu Ruibe dan sering menyantapnya,” ujar Kepala Chef Yamaji.
Selain Ruibe, Sekitei juga menawarkan menu Salmon Mayonnaise Yaki, yakni hidangan salmon panggang yang dilengkapi dengan jamur, sayur pelengkap dan mayonnaise di atasnya.
Berbeda dengan Ruibe yang merupakan hidangan tradisional, Salmon Mayonnaise Yaki dikatakan sebagai hidangan campuran yang sesuai dengan lidah warga Indonesia, karena menonjolkan rasa manis dari perpaduan mayonnaise dan sayur pelengkap.
“Salmon Yaki Mayonnaise, merupakan resep kreasi yang sengaja dibuat untuk memanjakan lidah warga Indonesia,” ujar Kepala Chef Yamaji.
Lebih lanjut, Chef Yamaji mengungkapkan, salmon yang dihidangkan berasal dari Norwegia, jadi konsumen tidak perlu khawatir terhadap ancaman radiasi nuklir.
Menurut Assistant Public Relations Manager Bimasena Eleine Koesyono, promosi hidangan spesial di Sekitei telah dimulai sejak bulan Mei 2010 dan menjadi program tetap sepanjang tahun, dengan menu utama yang berbeda pada pekan kedua setiap bulannya.
“Untuk bulan Juni ini, tema hidangan promosi kami adalah salmon, dengan kisaran harga mulai Rp 80,000,- sampai Rp 105,000,-. Rencananya, pada bulan Maret kami akan menghidangkan masakan kreasi Udon," ujar Eleine.
Selain hidangan spesial, Sekitei juga menyediakan berbagai menu baru yang lebih variatif, diantaranya Ika Shutou Ae, Sake Olive Oil Zuke, dan Tairagai Shioyaki untuk Dish, Salmon Nanbanzuke, Saba Shio Yaki, dan Saba Fry Yasai Ankake untuk Lunch Menu, Sanma Spicy Kinokoteriyaki dan Tandoori Chicken untuk Combination Set Menu, Gyuniku Jyu Jyu Yaki untuk Set Menu, Kaki Fry dan Spicy Tebasaki Karaage untuk Deep Frying Menu, serta Gyuniku Enokitake Maki untuk Grill Food Menu.
“Berbagai menu baru ini telah kami tawarkan sejak bulan Mei 2011, dan sengaja dipilih untuk menggantikan menu lama. Selain itu, harga semua menu juga naik sekitar 10 persen, karena berbagai bahan impor yang sulit diperoleh, sehingga berujung pada kenaikan harga,” ujar Chef Yamaji.
Sekitei Japanese Restoran dapat menampung tamu sebanyak 64 orang, dan dibuka saat makan siang mulai pukul 11.30 sampai pukul 14.30 serta saat makan malam antara pukul 18.00 sampai pukul 22.30.
Untuk pemesanan tempat atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi (021) 725 4278 atau mengakses www.bimasena.co.id. (Nova)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
