Haneda Jadi Bandara Pusat Untuk Penerbangan Internasional

(Tokyo) Bandara Haneda di Tokyo berupaya untuk menjadi pusat maskapai internasional dan diperkirakan bakal menyandang predikat bandara ketiga terpadat didunia berdasarkan volume lalu lintas penumpang pada tahun fiskal 2014.


Salah seorang pejabat Bandara Haneda memperkirakan sebanyak 73.4 juta penumpang akan menggunakan bandara yang dikelolanya sampai bulan Maret tahun 2015, terdiri dari 62 juta penumpang penerbangan domestik dan 11.4 juta penumpang penerbangan internasional, naik dari angka tahun 2011 yang masing-masing sebesar 56.42 juta penumpang dan 7.26 juta penumpang.


Pada tahun fiskal 2013, Bandara Internasional Hartsfield-Jackson di Atlanta, Georgia merupakan bandara tersibuk di dunia karena dilintasi sebanyak 94.43 juta penumpang. Di peringkat kedua yakni Bandara Internasional Beijing dengan jumlah penumpang sebanyak 83.71 juta orang, diikuti Bandara Heathrow London dengan 72.36 juta penumpang.


Haneda, yang resminya dinamakan Bandara Internasional Tokyo, dan berlokasi di Kota Ota, tampaknya akan segera menggantikan Heathrow.


Saat ini, Haneda merupakan salah satu dari dua bandara yang melayani Wilayah Tokyo Raya, bersama Bandara Internasional Narita di Prefektur Chiba. Jarak Haneda sejauh 14 kilometer dari ibukota, sementara Narita 60 kilometer.


Bandara Haneda pertama dibuka pada tahun 1931 dan menjadi bandara yang fokus pada penerbangan domestik, setelah penerbangan internasional dipindahkan ke Bandara Narita pada tahun 1978. Namun untuk penerbangan carter internasional antara Jepang dengan sejumlah negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan terus menggunakan Haneda.


Mulai bulan Oktober 2010, maskapai internasional kembali menggunakan Bandara setelah diselesaikannya landasan nomor 4 dan terminal baru untuk penerbangan internasional.


Pada bulan Maret tahun ini, terminal internasional diperluas untuk mengakomodasi lebih banyak konter check-in dan pintu boarding. Selain itu, alokasi jumlah penerbangan yang mendarat dan lepas landas naik dari sebelumnya 30.000 per tahun menjadi 90.000 tahun.


Selain itu, terminal untuk penerbangan internasional juga memiliki fasilitas hotel 17 kamar untuk penumpang transit dengan harga menginap mulai dari 11.000 yen.


Untuk transportasi dari Haneda ke Tokyo, saat ini disambungkan dengan Tokyo Monorail dan jalur kereta Keikyu.


Namun rencananya East Japan Railway Co akan membangun jalaur kereta baru yang menghubungkan Stasiun Tokyo dan Haneda, dan membuat penumpang dari wilayah utara daerah Kanto bisa mengakses langsung ke Bandara Haneda melalui jalur kereta Takasaki, Joban dan lainnya.


Meski ekspansi bandara dinilai positif, tapi disisi lain juga menimbulkan kekhawatiran mengenai meningkatnya gangguan suara bagi warga sekitar bandara.


Untuk mengantisipasinya pesawat pribadi diwajibkan terbang pada ketinggian lebih dari 1.800 meter diatas Tokyo, guna melindungi ibukota dari polusi suara. Sementara sebagian besar pesawat penumpang komersial terbang ke Haneda melalui Prefektur Chiba dan Teluk Tokyo.


Sejak landasan keempat mulai beroperasi pada tahun 2010, banyak warga kota Chiba yang mengeluh karena kebisingan akibat pesawat yang datang dari utara dan selatan melintasi kota sebelum mendarat di Haneda.


“Sebanyak 40 pesawat melintasi kota per jamnya,” keluh salah seorang pegawai Pemerintah Kota Chiba.


Namun masalah kebisingan itu sedikit terselesaikan setelah Kementerian Agraria, Infrastruktur, Perhubungan dan Pariwisata menaikan ketinggian wajib untuk penerbangan saat melintas di kota Chiba dan lebih dari 20 kota lainnya.


Sementara terkait rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan dari mancanegara menjadi 20 juta orang dengan memanfaatkan momentum Olimpiade 2020. Bandara Haneda rencananya akan mendapatkan lebih banyak slot mendarat dan lepas landas guna mengakomodasi kenaikan lalu lintas penumpang.


Komisi ahli yang dibentuk Kementerian Perhubungan sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan peraturan penerbangan di atas Tokyo. Namun kemungkinan deregulasi itu menimbulkan kekhawatiran dikalangan warga akan meningkatnya kebisingan.