Jajaki Peluang Usaha, Pebisnis Okinawa Kunjungi Jakarta


(JAKARTA) Sebagai prefektur Jepang yang paling selatan, secara geografis letak Okinawa lebih dekat ke Asia Tenggara daripada Cina atau Korea Selatan. Hal ini mendorong asosiasi eksekutif perusahaan dari wilayah ini berkunjung ke Jakarta untuk menjajaki potensi usaha.

“Jika melihat banjir di Thailand tahun 2011, Industri otomotif Indonesia menjadi pusat perhatian dan merupakan pasar yang menjanjikan,”ungkap ketua delegasi Okinawa, Inamine Yuukou melihat peluang di Indonesia.


Efek banjir memang cukup mengganggu industri otomotif Jepang karena kebanyakan pabrik pemasok suku cadang berlokasi di Thailand. Berbeda dengan Indonesia yang kawasan industrinya relatif lebih aman.


Kunjungan rombongan dari Okinawa ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 18 sampai 22 Februari. Perkembangan Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik serta pasar yang berkembang, ditambah rumitnya hubungan dengan Cina dan Korea Selatan membuat asosiasi para eksekutif perusahaan lebih melirik bisnis di selatan. Akibatnya, kebijakan beralih pada peningkatan hubungan dengan Asia Tenggara.


Terdapat 16 orang yang turut serta dalam kunjungan ini. Mereka berasal dari Bank of Okinawa, perusahaan properti, perdagangan dan bisnis lain. Setiba di Jakarta rombongan ini menerima penjelasan tentang perekonomian Indonesia di kantor Japan External Trade Organization Office (JETRO) in Jakarta. Setelah itu, rombongan ini berkunjung ke Universitas Darma Persada pada Selasa (19/02).


“Mereka melihat-lihat gedung, fasilitas dan kegiatan belajar dan minat mahasiswa Sastra Jepang. Menjajaki kemungkinan kerjasama bidang pendidikan dan pertukaran mahasiswa,” ungkap Hari Setiawan, ketua Jurusan Sastra Jepang, Universitas Darma Persada ketika dihubungi, Kamis (21/02).


Nampaknya, kunjungan ke Unsada untuk menjajaki kemungkinan disalurkannya lulusan yang bisa berbahasa Jepang dari Unsada jika pebisnis dari Okinawa berinvestasi di Indonesia. Namun Hari sendiri menyatakan belum ada detail kerjasama yang akan dilakukan. Kunjungan kali ini hanya sebatas melihat aktivitas belajar di Unsada.


Hari menambahkan, “Mereka pernah mendengar jika Unsada didirikan para alumni Jepang, dan telah menjadi simbol hubungan Indonesia Jepang, hal ini yang membuat mereka tertarik mengunjungi Unsada.”


Sebelumnya rombongan ini juga telah melakukan kunjungan ke Vietnam pada 2012 silam. Pada masa mendatang juga akan mempertimbangkan Thailand ataupun Filipina.


Sekretaris asosiasi, Inamine Yuukou sendiri memiliki hubungan khusus dengan Indonesia. Ayahnya (yang telah meninggal pada 1989), Inamine Ichiro, pebisnis dan anggota parlemen memiliki hubungan pertemanan dengan mendiang Suharto. Ichiro pernah menjadi atase angkatan laut di Jakarta.


Ia tinggal di Jakarta setelah perang dunia II, dan pernah menyerahkan persenjataan ke para pejuang kemerdekaan guna melawan tentara sekutu. Ketika sekutu mendarat di Indonesia, Inamine ditangkap dan dipenjara selama enam bulan di penjara Glodok.


Pada masa orde baru Inamine bersahabat dengan Menteri Penerangan, Ali Murtopo dan menjadi jembatan diplomasi kedua negara.

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang