Toyota Pertimbangkan Naikkan Harga Mobil di Negara Berkembang


(Nagoya) Untuk mengantisipasi melemahnya mata uang di beberapa negara berkembang, Toyota Motor Corp. mempertimbangkan untuk menaikkan harga mobilnya, ungkap sumber Kyodo News, Senin (07/07) silam.


Melemahnya nilai mata uang Brasil dan beberapa pasar negara berkembang lainnya, yang dipicu pengurangan stimulus moneter di Amerika Serikat sangat berdampak pada tergerusnya laba dari mobil yang dibuat dinegara itu, menyebabkan naiknya harga komponen impor, dan ekspor ke negara-negara dengan mata uang lemah.


Akan tetapi Toyota akan memutuskan dengan hati-hati terutama melihat pada pasar dan model yang terpengaruh harga baru, serta seberapa jauh harga akan dinaikkan, karena harga yang tinggi akan merusak penjualan, tambah sumber Kyodo tersebut.


Toyota menilai dampak dari menurunnya dolar AS, dan Euro terhadap yen, tidak terlalu besar di tahun fiskal ini, sesuai dengan perkiraan yang tidak banyak berubah dibanding tahun fiskal sebelumnya.


Namun seiring dengan penyebaran pasar utama Toyota, yang meliputi pasar-pasar yang booming, dan perusahaan yang berbasis di kota Toyota, Prefektur Aichi itu, seperti produsen mobil dari Jepang lainnya, juga memperluas jaringan global pasokannya, maka nilai mata uang selain dua mata uang utama lainnya, memiliki pengaruh besar pada laba perusahaan.


Toyota memperkirakan pda tahun fiskal ini , devisa asing akan memangkas laba operasinya sebesar 95 milyar yen, yang akan membatasi perkembangan laba menjadi 0.3 persen pada periode 12 bulan, setelah membukukan rekor keuntungan pada tahun fiskal 2013.