Fast Retailing Turunkan Proyeksi Laba Bersih


(Tokyo) Fast Retailing Co. Perusahaan pengelola jaringan gerai pakaian kasual Uniqlo, menurunkan proyeksi laba bersih grup bisnisnya sampai bulan Agustus di tahun fiskal 2014, karena memperkirakan akan membukukan penurunan laba besar akibat kerugian yang dialami J Brand holding, anak perusahaannya di Amerika Serikat.


Dengan kerugian yang diperkirakan mencapai 16 miliar yen, Fast Retailing Co. Kini memperkirakan laba bersih grup bisnisnya sebesar 78 miliar yen, turun 10 miliar yen dibanding perkiraan sebelumnya yang sebesar 88 miliar yen.


"Kami mempertimbangkannya dari sudut pandang yang konservatif, akan membukukan kerugian karena masih merugi," ujar Okazaki Takeshi, Chief Financial Officer Fast Retailing Co. Kamis (10/07), yang menambahkan J Brand tidak dapat merespon terhadap semakin ketatnya persaingan di pasar AS.


Fast Retailing berupaya menjaga proyeksi laba operasi sebesar 145.5 miliar yen, naik 9.5 persen dibanding tahun 2013, dan nilai penjualan 1.37 triliun yen, naik 19.9 persen, yang didukung tingginya penjualan Uniqlo di mancanegara.


Untuk periode bulan September sampai Mei tahun ini, perusahaan membukukan laba bersih senilai 84.84 miliar yen, turun 4.1 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, karena penurunan nilai mata uang asing.


Sementara laba operasi tumbuh 9.9 persen menjadi 132.29 miliar yen, dengan nilai penjualan mencapai 1.09 triliun yen, naik 22.8 persen.


Penjualan dari unit usaha Uniqlo di Jepang, naik 5.1 persen menjadi 569.4 miliar yen, dipicu oleh penambahan jumlah gerai dan tingginya penjualan pakaian musim semi dan panas.


Sedangkan bisnis Uniqlo di mancanegara membukukan kenaikkan sebesar 71.3 persen, menjadi 327.7 miliar yen, akibat tingginya penjualan di Cina, termasuk Hong Kong, dan Taiwan.