Jumlah Pelajar Asing yang Lulus dan direkrut Perusahaan di Jepang Meningkat


(Tokyo) Sebanyak 11.647 orang pelajar asing mulai bekerja setelah menyelesaikan kuliah di akademi, universitas dan sekolah lainnya di Jepang pada tahun 2013, naik 678 orang dibanding tahun 2012.


Menurut data yang dirilis Kementerian Kehakiman (MoJ) Senin (25/08), para pelajar itu sebagian besar berasal dari berbagai negara Asia, yang didominasi Tiongkok sebanyak 7.637 orang, atau 65 persen dari jumlah keseluruhan.


Selanjutnya diikuti Korea Selatan dengan jumlah lulusan yang direkrut sebanyak 1.227 orang, Vietnam 424 orang, dan Taiwan 360 orang.


Sejumlah pengamat menilai, faktor utama yang mendorong tren ini ialah keinginan perusahaan domestik merekrut pelajar asing guna membantu ekspansi perusahaan ke mancanegara, yang juga didorong pemulihan ekonomi terkini akibat kebijakan ekonomi Perdana Menteri Abe Shinzo.


Sementara kelulusan berdasarkan tingkatan di Perguruan Tinggi, lebih dari 70 persen dari Universitas atau yang diatasnya, yakni sebanyak 41 persen lulusan S-1 dan 35 persen lulusan S-2.


Data itu juga menunjukan akumulasi warga asing yang merubah status tinggalnya dari pelajar menjadi pegawai dengan status termasuk diantaranya teknisi dan “Specialist in Humanities/International Service” setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari otoritas imigrasi.


Jumlah pelajar asing yang lulus dan selanjutnya bekerja di Jepang pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2008, ketika itu sebanyak 11.040 orang direkrut perusahaan Jepang, namun turun drastis setelah bangkrutnya Lehman Brothers. Tapi sejak tahun 2010, pelajar asing yang lulus dan direkrut perusahaan Jepang jumlahnya terus bertambah.