Lakukan Reshufle Kabinet, PM Abe Berupaya Tingkatkan Pengaruh
Kamis, 04 September 2014 10:08
(Tokyo) Perdana Menteri Abe Shinzo mengumumkan reshufle kabinet pertama sejak kembali memerintah pada bulan Desember 2012, dengan tujuan meningkatkan pengaruhnya dalam pemerintahan.
PM Abe mempertahankan sejumlah sekutunya seperti Sekretaris Kabinet Suga Yoshihide dan Menteri Keuangan Aso Taro, dan disaat bersamaan meningkatkan jumlah Menteri Wanita dari dua menjadi lima, yang sejalan dengan kebijakannya untuk meningkatkan status wanita di dalam masyarakat.
Diantara lima wanita itu, salah satunya ialah Obuchi Yuko (40 tahun), anak perempuan kedua dari mantan Perdana Menteri Obuchi Keizo, yang ditunjuk menjabat pos Menteri Perdagangan, sementara Takaichi Sanae akan menjabat Menteri Dalam Negeri, setelah sebelumnya ditunjuk menjadi Ketua Dewan Riset Kebijakan Partai Liberal Demokrat (Jiminto/LDP).
Sebelumnya Abe telah menetapkan target meningkatkan proporsi wanita dalam posisi pimpinan baik di sektor pemerintahan dan swasta, sekurangnya 30 persen pada tahun 2020.
"Kelima wanita memenuhi kualifikasi untuk menjabat pos Kabinet yang penting," ujar Abe dalam konferensi pers Rabu (03/09). "Ini bukan masalah jumlah, tapi merupakan hak warganegara untuk menjabat posisi yang tepat dalam kabinet."
Selain itu, muka baru yang masuk dalam kabinet yakni Shiozaki Yasuhisa, yang ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan. Mantan Sekretaris Kabinet ini mendukung reformasi Goverment Pension Investment Fund dengan mendiversifikasi investasinya.
Penunjukan Shiozaki ini mendapat perhatian dari investor, baik di dalam maupun luar negeri karena kemungkinan dampaknya terhadap pasar uang.
Delapan dari 18 Menteri, baru pertama kali masuk Kabinet.
Reshufle Kabinet yang dilakukan PM Abe merupakan upaya untuk mengatasi tantangan baik dari didalam maupun luar negeri.
Ishiba Shigeru, Sekretaris Jenderal LDP, yang merupakan pesaing potensial Abe dalam pemilihan Ketua Umum mendatang, ditunjuk menjabat salah satu dari dua pos Kementerian baru, yang ditujukan meningkatkan pertumbuhah ekonomi regional.
"Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional merupakan salah satu tantangan terbesar yang melatar belakangi pergantian kabinet," papar Abe."Dan masalah unik yang dihadapi kawasan seperti rendahnya tingkat kelahiran dan meningkatnya jumlah warga usia lanjut harus dicari pemecahannya."
Sebelumnya Ishiba menolak tawaran PM Abe untuk menjabat pos Menteri yang menangani legislasi, dengan alasan jika terjadi perbedaan pandangan antara dirinya dengan PM Abe, akan menjadi bahan kritikan partai oposisi dalam debat parlemen.
Akhirnya pos Menteri legislasi keamanan akan dijabat mantan Wakil Menteri Pertahanan Eto Akinori, yang juga menjabat Menteri Pertahanan.
Tingkat dukungan terhadap Kabinet PM Abe turun menjadi sekitar 50 persen, dari sebelumnya yang lebih 70 persen pada beberapa bulan pertama pasca dilantik akhir tahun 2012.
Ketika Abe pertama kali menjabat Perdana Menteri pada periode 2006-2007, kabinetnya tidak berumur panjang. Namun Kabinet PM Abe kali ini, yang dilantik pada 26 Desember 2012, setelah LDP berhasil menang dari Partai Demokrat (Minshu to/DPJ) dalam pemilihan umum, merupakan kabinet yang masa tugasnya paling lama pasca Perang Dunia II, yakni sekitar 617 hari.
Pada Rabu pagi, Abe mengumumkan susunan pengurus LDP yang baru. Tanigaki Sadakazu ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal, yang sebelumnya juga pernah menjabat Ketua Umum LDP pada periode tahun 2009 sampai 2012.
Sementara Inada Tomomi, mantan Menteri Negara yang menangani reformasi administrasi, ditetapkan menjadi Ketua Dewan Riset Kebijakan, dan Nikai Toshihiro, Ketua Komite Anggaran Majelis Rendah, akan menjadi Ketua Dewan Umum LDP.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
