Asahimas Chemical Targetkan Peningkatan Ekspor Tahun Ini

(Jakarta) PT Asahimas Chemical, anak perusahaan dari Asahi Glass Company (AGC) yang berkantor pusat di kota Chiyoda, Tokyo, menargetkan peningkatan lebih dari tiga kali lipat ekspor industri kimianya pasca pembukaan pabrik baru di kompleks industri di Cilegon, Banten.

Dengan beroperasinya pabrik baru ini, yang nilai investasinya sebesar US$ 425 juta, ekspor diproyeksikan meningkat menjadi US$ 400 juta pada tahun ini, naik dari nilai tahun lalu yang sebesar US$ 120 juta, ungkap Shimamura Takuya, Presiden Direktur dan C.E.O Asahi Glass Corp., saat peresmian pabrik baru pada hari Jumat (12/02).

"Kami membangun pabrik baru ini untuk memenuhi peningkatan permintaan dari pasar lokal dan internasional," kata Shimamura.

Asahimas mengekspor produk kimia industrinya ke beberapa negara, termasuk Australia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Arab Saudi dan Turki.

Tumbuhnya perluasan industri dan pembangunan infrastruktur perusahaan baik di dalam maupun luar negeri telah mendorong peningkatan permintaan soda kaustik, campuran untuk pulp, kertas, serat tekstil; vinyl chloride monomer (VCM), bahan baku untuk PVC; dan polyvinyl chloride (PVC), yang digunakan dalam pembuatan pipa, kabel dan kulit sintetis.

Pabrik baru meningkatkan kapasitas produksi tahunan untuk soda kaustik dari 500 ribu sampai 700 ribu ton, VCM dari 400 ribu menjadi 800 ribu ton, dan PVC dari 300 ribu menjadi 550 ribu ton.

Sementara untuk penjualan domestik, pada tahun lalu mencapai kisaran US$ 280 juta sampai US$ 380 juta, lebih tinggi dari ekspor, yang senilai US$ 120 juta pada tahun yang sama, papar Shimamura.

"Jika permintaannya naik lagi, kami akan membangun pabrik baru di Jawa Timur karena di daerah sini sudah penuh," tambahnya.

Cilegon dipilih oleh Asahi Glass, karena daerah ini terhubung ke pelabuhan Cigading, yang memudahkan perusahaan menerima dan mengirim bahan baku, yang membuatnya menjadi basis produksi kimia terintegrasi terbesar di Asia Tenggara.

Sementara, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani yang juga turut hadir dalam acara itu mengatakan investasi Asahimas ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memfokuskan pada pengembangan industri berorientasi ekspor yang akan membantu meningkatkan penerimaan dan mengurangi belanja produk impor.

"Perluasan Asahimas ini sangat positif untuk meningkatkan daya saing lokal, terutama guna mengurangi impor bahan baku dan menyimpan cadangan mata uang asing sekitar US$ 97 juta per tahun," kata Franky.