Tim Lintas Lembaga Temukan Mikroba Pengurai Plastik PET

(Tokyo) Tim peneliti lintas lembaga yang dipimpin Kelompok Peneliti Universitas Keio telah menemukan bakteri yang mampu mengurai komponen produk plastik yang dipakai secara luas, dan saat ini menjadi tantangan utama dalam upaya melakukan daur ulang di seluruh dunia, ungkap artikel yang diterbitkanpada pekan kedua Maret di Majalah Journal Science dari Amerika Serikat.

Tim peneliti Universitas Keio dan beberapa lembaga lainnya di Jepang menemukan bakteri yang menghasilkan dua jenis enzim yang mampu mengurai polyethylene terephthalate, yang dikenal sebagai PET, dan diperkirakan sangat tahan terhadap mikroorganisme.

Menurut artikel itu, lebih dari 50 juta ton PET diproduksi setiap tahun di seluruh dunia, untuk digunakan dalam botol minuman sekali pakai serta kain dan untuk aplikasi lainnya.

Para peneliti kemudian mengumpulkan sekitar 250 botol PET dari fasilitas daur ulang di Kota Sakai, Prefektur Osaka.

Salah satu botol menjadi sarang bagi bakteri dan menggunakan PET sebagai sumber energi, yang kemudian dinamakan Ideonella sakaiensis.

Bakteri hampir sepenuhnya menguraikan lapisan filamen tipis PET dalam waktu enam minggu pada suhu 30 derajat selsius.

Hasil analisis genetik menunjukkan bakteri menghasilkan dua enzim yang bersama-sama memecah PET menjadi karbon dioksida dan air.

Penemuan ini menawarkan potensi penggunaan cara yang lebih mudah untuk mengolah PET, yang saat ini hanya dapat didaur ulang menggunakan proses kimia yang padat energi.

"Percobaan ini menggunakan PET (filamen) yang mudah rusak, sehingga diperlukan perbaikan lebih lanjut sebelum (penemuan ini) dapat diterapkan untuk produk PET sebenarnya,"kata Yoshida Shosuke, anggota tim peneliti dari Kyoto University Graduate School of Engineering.