Mitsubishi Motors Akui Gunakan Metode Uji yang Tidak Tepat

(Tokyo) Mitsubishi Motors Corp mengakui telah menggunakan metode pengujian yang tidak tepat untuk membuat beberapa model kendaraannya terlihat lebih hemat bahan bakar daripada yang sebenarnya.


Mitsubishi Motors mengatakan jumlah keseluruhan mobil yang menggunakan metode pengujian efisiensi bahan bakar yang tidak tepat sebanyak 625.000 unit, sebagian besar merupakan mobil berukuran kecil, termasuk 468.000 unit yang dipasok untuk Nissan Motor Co.


Sebagai tindak lanjutnya, produksi dan penjualan dari empat model, yakni eK Wagon, eK Ruang, dan Nissan Dayz dan Dayz Roox, yang menggunakan metode uji itu telah dihentikan.


Menurut Mitsubishi Motors, manipulasi data ditemukan setelah dilakukan penyelidikan internal pada tes keekonomisan seperti untuk tingkat tahanan gulir ban. Sebelumnya Nissan menemukan adanya inkonsistensi setelah melakukan tes dan meminta Mitsubishi Motors untuk melakukan pemeriksaan kembali data ketahanan gulir dan gaya hambat aerodinamika.


"Kami sangat menyesal atas praktik yang sangat jelas berupaya menampilkan peringkat keekonomisan bahan bakar yang tampak lebih baik,” ujar Aikawa Tetsuro, Presiden Direktur Mitsubishi Motors dalam konferensi pers di Tokyo Rabu (20/04).


Menurut keterangan Mitsubishi Motors, jika data ketahanan gulir yang tepat digunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Jepang, maka hasil uji keekonomisan kendaraan itu kemungkinan hanya lebih hemat bahan bakar sekitar 5 sampai 10 persen.


Lebih lanjut manajemen Mitsubishi Motors mengatakan upaya mencapai efisiensi bahan bakar telah menjadi tujuan penting dalam proses pengembangan, dan menambahkan pihaknya akan menyerahkan keputusan kepada Kementerian Transportasi untuk menetapkan apakah model itu perlu untuk di recall.


Sementara Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata telah menginstruksikan kepada Mitsubishi Motors untuk mengirimkan hasil laporan yang lebih rinci pada 27 April.


Selain itu, Kementerian juga memerintahkan kepada produsen mobil lainnya untuk melakukan pemeriksaan ulang apakah tes keekonomian bahan bakar telah dilakukan dengan benar dan melaporkan hasilnya ke Kementerian paling lambat 18 Mei.


Mitsubishi Motors merupakan produsen mobil Jepang pertama yang melaporkan terjadinya kesalahan tes efisiensi bahan bakar.


Dalam beberapa tahun terakhir, produsen mobil Jepang telah berupaya meningkatkan permintaan mobil berukuran mini dengan mesin tidak lebih besar dari 660 cc atau yang dikenal dengan Kei Jidosha, akibat masih banyaknya konsumen yang terkena dampak ganda kenaikan pajak konsumsi pada tahun 2014, dan pajak kepemilikan mobil yang lebih tinggi mulai tahun 2015.


Untuk itu produsen mobil domestik bersaing untuk memperbaiki tingkat efisiensi bahan bakar karena pemerintah telah menawarkan insentif pajak untuk mobil yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.