Nissin Foods Fokus Tingkatkan Penjualan Mie
Rabu, 18 May 2016 19:48
(Jakarta) PT Nissin Foods Indonesia, anak perusahaan dari Nissin Foods Holdings Co., Ltd. produsen mie instan dalam kemasan yang berkantor pusat di Osaka dan Tokyo, berupaya meningkatkan penjualan mie di kawasan Jakarta dan sekitarnya dengan merilis produk baru dan memperkenalkan mesin penjual mie, yang merupakan upaya diversifikasi dari saluran penjualan reguler yang biasanya melalui mini market dan supermarket.
“Upaya untuk meningkatkan penjualan ini difokuskan pada bagian barat Pulau Jawa yang termasuk Jakarta, Jawa Barat dan Banten dengan menargetkan segmen kelas atas dan menengah, khususnya yang bekerja di kawasan perkantoran. Untuk itu, kami merilis dua produk cup mie baru dan juga mesin penjual otomatis yang ditujukan bagi para pekerja kantoran,” ujar Mitsuyuki Koshiro, Director Strategic and Finance Division PT Nissin Foods Indonesia, Kamis (12/05) pekan silam.
Sampai saat ini, pangsa pasar mie instan dalam kemasan di Indonesia, yang mayoritas dalam kemasan bungkus, masih didominasi merk Indomie dan Mie Sedaap, yang bila digabungkan keduanya mencapai sekitar 90 persen, sementara untuk kemasan cup atau gelas sendiri masih dibawah 10 persen.
Menurut Mitsuyuki, Nissin Indonesia, yang pangsa pasarnya saat ini lebih dari 1 persen, berupaya memfokuskan pada pasar mie kemasan cup, karena melihat di hampir semua negara di Asia Tenggara, untuk jenis kemasan ini persentasenya diatas 10 persen, dan di Jepang sekitar 50 persen. Oleh karena di Indonesia masih dibawah 10 persen, maka dinilai masih ada potensi untuk meningkatkan pangsa Nissin di pasar domestik.
Produk terbaru Nissin untuk pasar Indonesia yang dirilis dalam kemasan Cup Noodle tersedia dalam dua pilihan rasa yakni Tom Yum Asam Pedas dan rasa Seafood Gurih Pedas, yang dijual dengan harga Rp 8.500, dan menurut Mitsuyuki sangat berbeda dibandingkan dengan produk Nissin sebelumnya.
“Untuk pembuatan produk baru ini, kami terlebih dahulu melakukan riset mengenai jenis rasa yang diinginkan oleh konsumen, dan tidak dimiliki oleh brand lainnya, yang akhirnya mengerucut pada dua rasa yang baru kami luncurkan pada bulan April silam,” ungkap Mitsuyuki.
Sedangkan untuk diversifikasi penjualan, yang dilakukan dengan memperkenalkan “Office D’ Nissin” mesin penjual mie berbentuk lemari kabinet, yang diletakan di dalam kantor atau pabrik perusahaan Jepang, di sekitar Jakarta, Banten dan Jawa Barat, dengan target awal pemasangan sebanyak 1.000 unit.
Menurut Mitsuyuki, mesin penjual yang menyediakan berbagai produk mie kemasan cup buatan Nissin dengan harga jual mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 10.000 dan menargetkan para pekerja kerah putih, merupakan inovasi pertama kali Nissin di dunia, bahkan di Jepang sendiri belum pernah ada, dan diharapkan dapat disebarkan ke negara lainnya di Asia.
Perusahaan yang berminat dapat menghubungi Nissin, dan selanjutnya akan dikirim tim untuk memasang “Office D’Nissin”. Setelahnya staf dari Nissin, akan datang secara rutin dua sampai tiga kali dalam sepekan untuk memperbaharui persediaan produk dalam mesin penjual yang dapat menampung maksimum 40 mie, dan mengambil hasil penjualan, yang sekitar 3 persennya akan didonasikan kepada Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), organisasi nirlaba yang memfokuskan pada kerja kemanusiaan penanggulangan bencana.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai "Office D'Nissin" dapat menghubungi Riri di 0838-0442-6123.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
