Riri Riza : "Fukuoka Berhasil Jadikan Film Sebagai Denyut Kota"


(Jakarta) Festival film khusus Asia, Focus on Asia kembali diselenggarakan di Fukuoka pada September mendatang, dihadiri Riri Riza (43) bersama produser Mira Lesmana. Sutradara kondang ini, telah mengikuti festival ini sejak 2005 silam, dan terkesan dengan apresiasi warga Fukuoka terhadap film.




"Festival ini punya sejarah yang cukup panjang. Tahun lalu dalam acara Makassar SEAscreenAcademy, konferensi International tentang sinema Asia, co-programer Focus on Asia bercerita bagaimana festival ini ditunggu kritikus dan peminat film serta masyarakat," ujar Riri. Fukuoka telah berhasil menjadikan film sebagai denyut kota, tambahnya.



Riri telah berpartisipasi dalam festival ini sejak 2005 silam. Filmnya berjudul Gie, kisah tentang aktivis mahasiswa Soe Hoek Gie, menjadi film pertamannya yang ditayangkan di sana. Tiga Hari Selamanya kembali diputarkan pada 2007 serta dua filmnya Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi pada 2009.



"Kali ini Atambua derajat Celcius akan diputar sebagai official selection. Programmer festival ini pernah menonton film saya di Tokyo tahun lalu, kemudian kami kembali bertemu di Rotterdam akhir Januari lalu. Di situ dia menyatakan niatnya mengundang saya dan Mira Lesmana, serta memutarkan Atambua 39 derajat Celcius," tuturnya.



Melalui film terbarunya yang mengangkat mengenai tradisi masyarakat Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), ia ingin memperlihatkan mengenai sisi asli Indonesia. "Saya sangat senang untuk melihat ketertarikan masyarakat Jepang terhadap Indonesia yang tergambar dalam film terbaru saya." ungkapnya.



Sutradara kelahiran Makassar ini juga menunggu diskusi yang menjadi salah satu bagian acara festival. Rencananya, tahun ini Riri akan berbicara mengenai perkembangan film Asia, khususnya Asia Tenggara bersama Mira Lesmana dan sutradara asal Thailand, Apitchapong Weerasetakul.



Selain mengikuti festival, ia juga akan menayangkan film Laskar Pelangi bagi pelajar di Fukuoka dan berdiskusi bersama. Sementara di waktu senggangnya, juga akan berjalan-jalan menikmati suasana kota Fukuoka dan bertemu para sahabatnya.