Penabuhan Taiko dan Mochitsuki Tandai Pembukaan JJM 2013

(Jakarta) Jak-Japan Matsuri (JJM) ke-5, yang digelar 1 hingga 8 September mendatang, acara pembukaanya berlangsung di Hotel JS Luwansa Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (01/09). Dubes Jepang untuk Indonesia Katori Yoshinori, Ketua Panitia JJM 2013 Kazunori Kobayashi dan Kadis Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta, Arie Budhiman, menabuh Taiko dan menumbuk kue Mochi bersama-sama, menandai dimulainya festival budaya tahunan Indonesia-Jepang ini.


"Jak-Japan Matsuri telah memasuki tahun kelima dan merupakan salah satu acara yang penting untuk meningkatkan persahabatan Indonesia, khususnya antara warga Jakarta dan Jepang," ujar Katori Yoshinori, Dubes Jepang untuk Indonesia.


Tahun ini mengangkat tema Indonesia-Jepang Selalu Bersama, dengan harapan melalui perayaan ini semakin memperkuat kebersamaan yang telah lama terjalin. "Sekarang Indonesia dan Jepang memiliki hubungan yang sangat baik, namun kami ingin menjadi lebih kuat. Melalui festival ini kami ingin semakin memperkuatnya secara alami," kata Kobayashi Kazunori, Ketua Panitia JJM 2013.


Sama seperti tahun sebelumnya, acara pembukaan dipadati warga Indonesia maupun warga Jepang dari segala usia, datang menyaksikan berbagai rangkaian pertunjukan di antaranya penampilan grup idola JKT8, dengan membawakan beberapa lagu dan single terbaru yang dirilis pada akhir Agustus silam,berjudul Fortune Cookie Yang Mencinta.


Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan maskot acara televisi Kokoronotomo, penampilan grup Acapella 'Sing Out Asia' yang berkolaborasi dengan penyanyi Indonesia, Imel dan Lala Karmela, membawakan Kicir-kicir, lagu tradisional Betawi. Kemudian ada juga pemotongan ikan tuna dan pembuatan sushi, yang tak kalah menyedot perhatian pengunjung.


Sementara itu, kehadiran duo bersaudara Hana Temari yang memainkan Koto dan Flute semakin menyemarakkan suasana, apalagi saat memainkan lagu kebangsaan, Indonesia Pusaka dan Halo Halo Bandung. Di akhir acara, pengunjung disuguhi senandung 200 mahasiswa dalam Teater Enjuku dengan menyanyikan lagu Sakura-yo, yang pernah mendapat apresiasi dari PM Abe Shinzo.


Meski pembukaan diisi dengan acara yang hampir sama dengan tahun lalu, namun menurut Kobayashi, tahun ini sangat terlihat kerjasama antara warga Jepang dan Indonesia dalam pelaksanaan festival ini. “Kali ini banyak panitia dari warga Indonesia, agar festival ini semakin ramai. Karena dimulai dengan baik, kami harap acara dapat berlangsung lancar sampai penutupan.”