TEPCO : "Air Terkontaminasi Mungkin Bocor Ke Samudera Pasifik"
Jumat, 13 September 2013 01:14
(Tokyo) Tokyo Electric Power Co atau lebih dikenal TEPCO mengungkapkan telah mendeteksi unsur radioaktif dalam saluran pembuangan yang langsung menuju Samudera Pasifik, mengisyaratkan air terkontaminasi radiasi nuklir telah mencapai laut di dekat pembangkit nuklir nomor satu Fukushima yang rusak.
Dalam konferensi pers hari Kamis (12/09), TEPCO menjelaskan pada hari Rabu mereka telah mengambil sampel dari selokan, yang lokasinya sekitar 150 meter dari laut, dan menemukan didalamnya unsur radioaktif sebesar 220 becquerel per liter. Tingkat radiasi strontium, sesium, dan unsur lainnya yang mengeluarkan sinar beta, jumlahnya 12 kali lipat dibanding sampel lainnya yang diambil di selokan pada hari Selasa.
Sebelumnya sejumlah pekerja selama beberapa hari sedang melakukan upaya dekontaminasi di selokan bagian atas, dan TEPCO meyakini air terkontaminasi itu merembes melewati kantong pasir, yang diletakkan guna mencegah bocornya air terkontaminasi.
Selokan bagian atas, berlokasi dekat tangki penyimpanan air, yang sebelumnya ditempat itu juga pernah terjadi kasus kebocoran 300 ton air sangat beracun.
Temuan terakhir ini dapat merusak pernyataan Perdana Menteri Abe Shinzo saat melakukan presentasi didepan Komite Olimpiade Internasional di Buenos Aires pada Sabtu pekan silam, dan dalam kesempatan itu menyatakan kebocoran radio aktif telah berhasil dibatasi hanya sampai wilayah perairan sekitar 0,3 kilometer persegi dari pembangkit.
Sementara TEPCO, pengelola pembangkit nuklir Fukushima, yang rusak akibat bencana gempa dan tsunami Maret 2011, masih belum mengambil langkah guna mencegah kebocoran unsur radioaktif dari saluran pembuangan yang langsung berhubungan dengan Samudera Pasifik.
TEPCO tetap menilai tidak adanya kelainan tingkat radiasi pada air laut, berdasarkan sampel yang diambil dari lokasi yang jauhnya 100 meter arah selatan saluran pembuangan.
Sedangkan dari sampel yang diambil didalam saluran pembuangan, terdeteksi tingkat strontium -90, dengan jumlah sekitar setengah dari unsur radioaktif yang mengeluarkan sinar beta, diyakini melampaui ambang batas yang telah ditetapkan pemerintah.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
