Tingkat Dukungan Kabinet Abe Turun 6.8 Poin

(Tokyo) Tingkat dukungan kepada Kabinet Perdana Menteri Abe Shinzo turun 6.8 persen poin, menjadi 48.1 persen, dibanding hasil survei sebelumnya yang dilakukan Kyodo News pada awal September, dipicu oleh penolakan kepada rencana kenaikan pajak konsumsi dan kebijakannya yang dianggap tidak memperbaiki kondisi perekonomian.


Survei telepon terbaru, yang hasilnya dirilis Minggu (19/10) juga menunjukan 65.9 persen responden menolak rencana kenaikan pajak konsumsi menjadi 10 persen, yang mulaidiberlakukan pada bulan Oktober 2015, dan responden yang mendukung sebanyak 31.0 persen.


Survei yang dilaksanakan Kyodo News pada hari Sabtu dan Minggu, diikuti 1.015 responden ditengah meningkatnya pertanyaan terkait laporan keuangan organisasi politik berafiliasi dengan Obuchi Yuko, yang kini menjabat Menteri Perdagangan dan tuduhan penyalahgunaan uang oleh badan pengendali dana politiknya.


Kebijakan ekonomi PM Abe menjadi alasan bagi sebanyak 40.2 persen responden yang tidak memberikan dukungan dan 33.0 persen responden menyatakan tidak berharap kebijakan Perdana Menteri akan memperbaiki ekonomi.


Dalam survei, sebanyak 84.4 persen responden menyatakan tidak merasakan ekonomi Jepang sudah pulih kembali.


Sementara terkait usulan anggota parlemen dari kelompok yang berkuasa dan partai oposisi yang berencana mencabut pelarangan pengoperasian kasino, sebanyak 63.8 persen responden menyatakan penolakan melegalisasi kasio, dan 30.3 persen menyampaikan dukungan.


Hasil survei juga menunjukkan sebanyak 60.2 persen menolak kembali dioperasikannya reaktor nuklir, namun 31.9 persen mendukung pengoperasian kembali reaktor nuklir.


Terkait kebijakan untuk mendorong wanita mendapat promosi dalam perusahaan, sebanyak 55.9 persen menyatakan tidak efektif, sementara 40.8 persen justru menyatakan efektif.



On policies to be put together for regional revitalization, 57.0 percent expected them to produce good results, while 40.2 percent said they had low expectations for them.


Sedangkan mengenai kebijakan untuk merevitalisasi daerah, 57.0 persen responden mengharapkan akan memberikan hasil yang baik, dan 40.2 persen responden menyatakan tidak terlalu berharap banyak.