Kasus Penganiayaan Oleh Pelajar SD Capai Rekor Tertinggi

(Tokyo) Jumlah kasus penganiayaan di sekolah dasar, mencapai rekor tertinggi pada tahun ajaran 2013-2014. Sementara untuk sekolah menengah pertama dan atas, jumlah kasusnya turun, ungkap hasil survei Kementerian Pendidikan yang dirilis Kamis (16/10).


Jumlah kasus penganiayaan, atau dalam bahasa Jepang disebut Ijime, yang terjadi di sekolah dasar, negeri dan swasta naik 1.421 kasus menjadi 118.805 kasus.


Sedangkan untuk sekolah menengah pertama jumlah sebanyak 55.248 kasus dan sekolah menengah atas sebanyak 11.039 kasus, yang turun dibandingkan tahun ajaran 2012-2013


Untuk gabungan antara sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan atas, jumlah laporan kasus penganiayaan sebanyak 185.860 kasus, turun sekitar 12.000 kasus dibanding tahun ajaran 2012-2013.


Kementerian Pendidikan menyatakan, manajemen sekolah menjadi lebih bersikap tegas dalam mengidentifikasi insiden penganiayaan, pasca terjadinya kasus bunuh diri pelajar SD pada bulan Oktober 2011 di kota Otsu, Prefektur Shiga dipicu aksi penganiayaan yang dilakukan teman sekolahnya.


Dalam hasil survei Kementerian Pendidikan yang dirilis tahun 2013, dinyatakan jumlah kasus ijime yang diketahui pada tahun ajaran 2012-2013 melonjak sekitar 198.000 kasus, atau naik 2.8 kali lipat.


Kementerian Pendidikan menilai kasus penganiayaan naik atau turun itu tergantung pada penemuan kasus yang diungkapkan pihak manajemen sekolah.


Dalam survei, sebanyak 51.8 persen manajemen sekolah mendeteksi kasus penganiayaan, dan sekitar 52.3 persen mendapati kasus penganiayaan melalui survei tertulis atau wawancara perseorangan.


Sebagai tanggapan atas pertanyaan pilihan ganda mengenai jenis penganiayaan, kasus ejekan dan hinaan menempati peringkat teratas yang sebesar 64.4 persen, sementara kasus pencemaran nama baik via online, baik melalui komputer atau telepon seluler, sebanyak 4.7 persen.


Dari keseluruhan 240 pelajar yang melakukan bunuh diri, naik 45 orang dibanding tahun ajaran 2012-2013, sembilan diantaranya terkait dengan kasus penganiayaan.


Sementara, jumlah kasus tindakan kekerasan di sekolah dasar sebanyak 10.896 kasus, yang pertama kalinya melampaui angka 10.000 dan naik 2.600 kasus dibanding tahun sebelumnya.


Selain itu, tindak kekerasan di Sekolah menengah pertama juga naik sebanyak 2.028 kasus menjadi 40.426 kasus.


Untuk jumlah keseluruhan insiden kekerasan, termasuk yang di sekolah menengah atas sebanyak 59.345 kasus, menandai kenaikan untuk pertama kalinya sejak tahun ajaran 2009-2010.