Bank Sentral Jepang tinjau target inflasi

(TOKYO-Jepang) Gubernur Bank Sentral Jepang Shirakawa Masaaki menyatakan lembaganya segera menyelesaikan peninjauan target inflasi pada bulan Januari 2013, seperti dituntut Abe Shinzo Perdana Menteri Jepang mendatang, yang mengusulkan target inflasi sebesar 2 persen.


Pasca kemenangan Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP), yang dipimpin Abe, dalam pemilihan Majelis Rendah pekan silam, Bank Sentral Jepang (BoJ) pada Kamis pekan silam memutuskan lebih memperlonggar kebijakan moneter guna mendorong ekonomi domestik, dan dewan kebijakan bank dalam rapatnya dengan suara bulat memutuskan untuk menambah anggaran program pembelian aset sebesar 10 triliun yen, sehingga keseluruhannya menjadi 101 triliun yen.


Rencananya Dewan Gubernur BoJ akan membahas target harga jangka menengah dan panjang yang ditujukan untuk mencapai target kebijakan moneternya pada rapat tanggal 21 dan 22 Januari 2013 mendatang, dan Shirakawa telah memerintahkan para staf untuk mengkaji isu itu yang selanjutnya akan dibahas, ungkap pernyataan tertulis BoJ.


"Saya sudah menerima permintaan dari Abe, untuk mempertimbangkan ulang target inflasi," ujar Shirakawa dalam konferensi pers. "Berdasarkan permintaan itu, saya memutuskan untuk mengkaji ulang target inflasi jangka menengah dan panjang dalam rapat mendatang.


BoJ sejak bulan Februari menyatakan target inflasi untuk jangka menengah dan panjang kan berada pada kisaran 2 persen atau lebih rendah, dan secara spesifik menetapkan target 1 persen untuk saat ini.

Abe pada hari Selasa pekan silam mendesak Shorakawa untuk menetapkan tingkat inflasi tahunan pada indeks harga konsumen sebesar 2 persen, dan menyatakan pemerintahannya ingin membuat kesepakatan dengan BoJ agar target inflasi ditetapkan pada tingkat itu, dan pelonggaran kebijakan akan terus dilaksanakan sampai hal itu tercapai.


"Kami akan menetapkan kesimpulan pada rapat bulan Januari," ujar Shirakawa, sambil menekankan belum ada keputusan yang ditetapkan, dan menambahkan BoJ berniat melakukan pembahasan mendalam dengan pemerintah baru dalam membuat keputusan.


Shirakawa sebelumnya enggan menetapkan target inflasi yang lebih tinggi, dan sejumlah pengamat menyatakan situasi ekonomi domestik Jepang saat ini, dengan inflasi sebesar 2 persen berarti akan memicu kenaikan drastis harga bahan makanan dan energi, namun tidak dibarengi dengan kenaikan gaji, hanya akan menyulitkan rumah tangga menengah.


Tapi BoJ kini bermaksud bekerjasama dengan pemerintahan baru, yang menunjukkan isyarat publik berharap bank akan berbuat lebih banyak untuk memperbaiki ekonomi domestik.


Menanggapi keputusan BoJ untuk memperlonggar kebijakan moneter, Abe dalam rapat Dewan Kebijakan LDP menyatakan, "Hal yang kami janjikan dalam kampanye satu persatu jadi kenyataan", dan selanjutnya menekankan pemerintahan yang akan datang berupaya memperbaharui ekonomi Jepang dengan menggunakan kebijakan moneter dan fiskal, serta strategi pertumbuhan.



Sementara untuk memperlonggar kebijakan moneter, BoJ menurunkan penilaiannya terhadap ekonomi domestik, dan menyatakan terlihat adanya pergerakan yang sedikit melambat, serta memperkirakan hal itu akan terus berlanjut, sambil menambahkan sentimen para pebisnis kian berhati-hati khususnya di sektor manufaktur.

Sementara di sisi lain, BoJ tidak merubah tingkat suku bunga jangka pendek di kisaran nol sampai 0.1 persen.


Sedangkan mengenai resiko, BoJ menyatakan, "Masih ada ketidakpastian dalam ekonomi domestik," yang merujuk pada sejumlah variabel seperti outlook krisis hutang di zona euro, laju pemulihan ekonomi Amerika Serikat, dan pengaruh memburuknya hubungan Jepang-Cina.


Usai Rapat Dewan Kebijakan Kamis pekan silam, BoJ juga mengumumkan rincian program pemberian fasilitas pinjaman bagi lembaga keuangan, yang kemungkinan anggarannya lebih dari 15 triliun yen sampai bulan Maret 2014, guna mendorong pertumbuhan ekonomi.


Rapat Dewan Kebijakan BoJ dilaksanakan karena ekonomi domestik Jepang sudah mengalami resesi ringan ditengah perlambatan ekonomi global.


Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! Titian Informasi Indonesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang