Alumni Universitas Hiroshima Raih Gelar Doktor Kehormatan

(JAKARTA-Indonesia) Hassan Rahaya, alumni Jepang tertua di Indonesia meraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa/H.C) dari Universitas Hiroshima pada Rabu (26/12), karena peran aktifnya dalam mempererat hubungan Indonesia dan Jepang.

Hassan yang pernah menuntut ilmu di Jepang saat masa Perang Dunia II, menyatakan sangat tersanjung dengan gelar yang diberikan kepadanya.


“Saya merasa sangat terhormat dapat memperoleh penghargaan dari Jepang, yang sudah seperti rumah kedua saya. Sampai sekarang pun meskipun dengan usaha sendiri saya masih mengusahakan agar hubungan Indonesia dan Jepang tetap terjalin. Saya berharap selanjutnya dapat mengundang pelajar dari Jepang,” ujar Hassan.


Di usianya yang memasuki kepala 9, Hassan masih aktif menjadi penasihat senior bagi para pelajar Indonesia yang ingin atau sedang belajar di Jepang, dengan membagi pengalamannya saat masih menuntut ilmu di Universitas Hiroshima.


Hassan datang ke Jepang untuk belajar di Universitas Hiroshima pada tahun 1944. Meskipun saat itu setiap pelajar asing memilih pulang ke negara masing-masing karena terjadi perang Asia Pasifik, namun dirinya bersikeras untuk tetap tinggal untuk belajar.


“Karena sudah jauh-jauh datang ke Jepang, jadi saya tidak ingin menyiakan kesempatan ini, dan memutuskan tetap tinggal dan belajar,” ujar Hassan.


Hassan juga menjadi saksi peristiwa pengeboman Hiroshima oleh AS pada tanggal 6 Agustus 1945, dan berhasil selamat bersama dengan 6 orang pelajar lainnya yang juga berasal dari Indonesia.


Dirinya kemudian kembali pulang ke Indonesia pada tahun 1952, dan mendirikan Universitas Darma Persada tahun 1966, bersama dengan alumni Jepang lainnya.


Peran Hassan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Jepang semakin mudah saat dirinya menjadi anggota MPR periode tahun 1977-1982, kemudian menjabat jadi anggota Dewan Pertimbangan Agung periode tahun 1982-1987.


Hassan juga pernah memperoleh penghargaan “The Order of Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon” pada tahun 2005 dari Kaisar Akihito.


“Akhir-akhir ini semakin banyak orang hebat yang memiliki keterkaitan dengan Jepang, seiring dengan itu makin banyak warga Indonesia yang dapat berbahasa Jepang,” ujar Hassan. “Saya berharap untuk selanjutnya hubungan yang terjalin antara Indonesia dan Jepang dapat terus erat, tidak hanya antar pemerintah, tapi juga antar individu di dalamnya.”


Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang