Kabinet Abe ajukan paket stimulus 20,2 triliun Yen

(TOKYO) Kabinet Perdana Menteri Abe Shinzo Jumat menyetujui rencana pengajuan rancangan paket stimulus senilai 20,2 triliun yen, yang merupakan belanja pemerintah paling besar sejak tahun fiskal 2009, sebagai upaya untuk menambah pertumbuhan produksi domestik bruto riil Jepang sebesar 2 persen poin, dan menciptakan lapangan kerja bagi 600,000 orang.


"Sangat penting untuk segera keluar dari deflasi yang berkelanjutan, dan kuatnya nilai yen. Kami memutuskan mengimplementasikan stimulus secara drastis guna memberikan dorongan kuat terhadap ekonomi, namun juga harus mempertahankan disiplin fiskal," ujar Abe.


Paket stimulus terbaru ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan mendorong investasi swasta dan meningkatkan daya saing global perusahaan Jepang, serta melaksanakan proyek pekerjaan umum skala besar guna mempercepat kegiatan rekonstruksi di daerah yang dilanda bencana gempa dan tsunami 2011.


Guna meningkatkan permintaan domestik, dan membuat jalan, jembatan dan terowongan tahan gempa di seluruh Jepang, pemerintah mengalokasikan 3,8 triliun yen guna mendanai proyek pekerjaan umum, yang menjadi pilar utama paket stimulus ekonomi.


Sedangkan untuk mendukung perluasan area pertumbuhan, dialokasikan anggaran sebesar 3,1 triliun yen untuk membangun pabrik hemat energi, dan mempromosikan riset sel iPS (inducec pluripotent stem), yang dapat tumbuh menjadi berbagai jaringan tubuh.


Paket stimulus juga termasuk alokasi anggaran sebesar 3,1 triliun untuk meningkatkan keselamatan di jalan yang digunakan para pelajar, dan memperbaiki layanan rawat di rumah guna mendorong kualitas hidup warga dan merevitalisasi komunitas setempat.


Selain pengajuan anggaran untuk paket stimulus senilai 10,3 triliun, pemerintahan Abe juga akan mengajukan anggaran tambahan tahun fiskal 2012 senilai 13,1 triliun.


Guna menutupi kekurangan pendanaan untuk membiayai anggaran tambahan, yang diperkirakan mendapat persetujuan kabinet Selasa pekan depan, Menteri Keuangan Aso Taro dalam kesempatan terpisah menyatakan pemerintah berencana menerbitkan obligasi pembangunan senilai 5 triliun yen.


Menurut Abe, pemerintah berupaya mencapai surplus pinjaman bersih pemerintah (primary balance surplus), agar tidak lagi menerbitkan obligasi untuk mendapatkan hutang baru guna membiayai pengeluaran, kecuali untuk pembayaran bunga dan biaya pembayaran hutang lainnya.


"Kami akan mempertimbangkan cara agar ekonomi Jepang bisa kembali bangkit, dan kebijakan fiskal jangka menengah dan panjang yang berkelanjutan," ujar Abe. "Tanpa adanya revitalisasi ekonomi, maka tidak akan ada rehabilitasi fiskal dan juga masa depan Jepang."


Ekonomi riil Jepang pada kuartal dua tahun 2012 silam berkontraksi, turun 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011, mengisyaratkan negara ekonomi ketiga terbesar didunia itu memasuki resesi ringan, ditengah lesunya permintaan baik di dalam negeri maupun mancanegara.


Melalui paket stimulus ini, Abe ingin menunjukkan pemerintahannya dapat memulihkan perekonomian yang lesu menjelang pemilihan Majelis Tinggi pada musim panas tahun ini, karena partai pendukung pemerintahan koalisi belum menjadi mayoritas.

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang