Cegah Tanah Longsor Kementerian PU Terapkan Teknik Sabo
Sabtu, 02 Maret 2013 00:09
(JAKARTA) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2013 berencana menerapkan teknik Sabo untuk mencegah tanah longsor di sejumlah pegunungan luar Jawa, seperti Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku dan Maluku Utara.
Sebagai langkah awalnya, Ditjen SDA Kementerian PU bekerjasama dengan Kementerian Agraria, Infrastruktur, Perhubungan dan Pariwisata Jepang (Kokudokotsusho), pada hari Senin (25/02), menyelenggarakan workshop program mitigasi bencana alam dengan teknik Sabo di Jakarta.
“Teknik Sabo sebenarnya sudah diterapkan di sejumlah daerah di Pulau Jawa, namun penyebarannya belum merata di pulau lainnya,” ujar Direktur Jenderal SDA, Mohammad Hasan. “Workshop ini tentunya diharapkan menjadi langkah awal Indonesia dalam meningkatkan upaya penanggulangan bencana terhadap tanah longsor.”
Lebih lanjut Hasan menjelaskan, kata sabo berasal dari Jepang, yang berarti pengendalian pasir, sedangkan teknik Sabo merupakan teknik penanggulangan bencana alam akibat erosi dan sedimentasi.
"Indonesia dan Jepang memiliki keadaan geografis dan bencana alam yang serupa, seperti gempa, letusan gunung api, hingga curah hujan tinggi. Curah hujan di Indonesia hampir tiga kali dari rata-rata dunia, sedangkan Jepang dua kalinya. Jadi dapat dikatakan potensi bahayanya hampir sama, bahkan Indonesia lebih tinggi," ujar Hasan.
Sementara Direktur Koordinasi Konservasi Lahan Kementerian Agraria, Infrastruktur, Perhubungan dan Pariwisata, Ura Makoto mengungkapkan, kerjasama Indonesia dan Jepang dalam mitigasi bencana telah berjalan kurang lebih selama 40 tahun, dan akan terus dilanjutkan dengan upaya transfer teknologi, serta pertemuan tenaga ahli untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan.
“Sebelumnya, pemerintah Jepang juga pernah memberikan alat pengukur tinggi air untuk bendungan Way Ella, Ambon. Alat tersebut merupakan yang terbesar di dunia dengan kapasitas 20 juta meter kubik sementara rata-rata kapasitas dam serupa di Jepang hanya 1 juta meter kubik,” ujar Ura. “Kami harap melalui kerjasama ini, di masa depan akan ada banyak manfaat yang dapat dirasakan kedua negara.”
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
Tabloid
>> Memo Bisnis
| Komatsu Luncurkan Forklift Seri Baru 01/03/2013 |
| artikel lainnya |
>> Sosial & Pendidikan
| Mazda Salurkan Bantuan Rp 32 Juta Melalui PMI 28/02/2013 |
| artikel lainnya |
>> Gaya Hidup & Hiburan
| Sajian Spageti a la Negeri Sakura 02/03/2013 |
| artikel lainnya |
Karir
| Kaizen & Lean Senior Manager ~ Asian Agri 27/02/2013 |
| lowongan lainnya |
