Ketua JJC Baru: 2013 Jadi Landasan Persiapan Bagi Para Pebisnis
Selasa, 30 April 2013 00:09
(JAKARTA) Tahun 2013 dinilai sebagai waktu yang tepat bagi Jakarta Japan Club (JJC) maupun pebisnis lainnya mempersiapkan landasan untuk dapat melangkah ke tahap selanjutnya jika terjadi keterpurukan.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum JJC Motooka Takuji, yang baru dilantik 17 April silam, dalam kesempatan wawancara belum lama ini, saat mengomentari situasi Indonesia.
Dua kali berdomisili di Jakarta, menyadarkan Motooka, bahwa Indonesia merupakan negara berkembang yang masih rawan terhadap investasi asing, sehingga para pebisnis harus bersiap terhadap segala situasi yang akan terjadi.
Tidak dipungkiri, Motooka mengaku merasa sangat beruntung karena datang ke Indonesia saat perekonomian negara sedang tumbuh dan situasi politik yang stabil. Meskipun begitu, situasi sulit masih saja ditemui, khususnya terkait investasi asing di tanah air.
“Dua tahun pertama, pasti akan sangat semangat menjalankan usaha tanpa peduli dengan situasi dan kondisi Indonesia,” ujar Motooka. “Namun akibat krisis ekonomi Eropa yang terjadi tahun 2011, nilai tukar rupiah pun melemah. Situasi tersebut mendorong para penanam modal untuk menarik saham mereka. Meskipun banyak yang memuji pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun kalau dipikirkan kembali Indonesia memang negara berkembang yang masih rawan terhadap investasi asing.”
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Itochu Indonesia ini menambahkan, menjelang pemilihan umum, diperkirakan akan terjadi defisit perdagangan negara dengan impor yang melebihi ekspor, dan pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan atau turun.
“Harus tetap berhati-hati dalam melakukan berbagai tindakan sekarang ini. Namun, terpilihnya presiden yang baru, pasti akan menghilangkan berbagai situasi dan kondisi buruk yang ada,” ujar Motooka.
Pria kelahiran Prefektur Hiroshima 54 tahun silam ini, pertama kali berdomisili di Indonesia pada 1992, saat industri Jepang tumbuh pesat, dan kembali pulang tiga minggu sebelum Soeharto mengundurkan diri jadi presiden pada Mei 1998. Motooka kemudian datang untuk kedua kalinya ke Jakarta pada Oktober 2009, usai terjadinya Guncangan Lehman (Lehman Shock) dan terpilihnya kembali presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Indonesia pun kemudian menjadi pusat perhatian dengan pertumbuhan ekonomi dan tingkat permintaan dalam negeri yang tinggi.
Menyinggung kebijakan dan rencana yang akan dilakukan sebagai Ketua Umum JJC, Motooka menyatakan ingin JJC dapat melakukan kegiatan pertukaran budaya lebih aktif, terkait dengan perayaan hubungan diplomasi Indonesia-Jepang yang ke 55 tahun dan Jepang-ASEAN yang ke 40 tahun.
“Kami juga ingin secara aktif bekerjasama dalam pelaksanaan ajang tahunan Jakarta Japan Matsuri (JJM). Sebagai bagian dari JJC, kami juga ingin melakukan sesuatu yang berguna dan dapat memberikan kebahagiaan bagi orang lain,” ujar Motooka.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
