Perkokoh Dominasi di Pasar Medium Truk, Hino Rilis FC 190 J


(Jakarta) Hino yang mendominasi pasar medium truk di Indonesia sejak tahun 2000, pertengahan pekan silam meluncurkan FC 190 J, varian Ranger terbaru yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan bisnis ritel, dan pemasarannya ditujukan ke kawasan industri yang ada di Pulau Jawa.


“Industri logistik di Indonesia sangat ketat dan agresif, untuk berkompetisi dengan pesaing, FC 190 J dapat menjadi salah satu solusi, karena dilengkapi mesin hemat bahan bakar dan panjang ruang yang maksimal,” ujar Kayanoki Hiroo, Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia, Kamis (22/05) di Jakarta.


Lebih lanjut Kayanoki menjelaskan, produk terbaru Hino ini akan mengisi pasar baru diantara seri Dutro dan Ranger, dengan target pasar yakni perusahaan yang mengantarkan barang ringan namun banyak dalam jarak pendek.


“Saya yakin dan optimis, produk ini sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat berkontribusi pada penjualan Hino agar tetap mendominasi pasar medium truk, khususnya di segmen 4X2,” katanya.


Sementara Hanayama Masaki, Senior Marketing Advisor PT Hino Motor Sales Indonesia mengungkapkan, FC 190 J bukanlah heavy loading truck tapi lebih light weight truck dengan kargo ukuran besar, yang merupakan tipe baru untuk logistik di Indonesia, khususnya untuk bisnis ritel seperti kombini atau minimarket dan juga usaha kecil dan menengah yang menjadi pemasok untuk industri otomotif di sekitar Jabodetabek.


“Industri logistik di Indonesia saat ini semakin kompetitif dan memerlukan truk yang dapat membawa barang-barang light weight setiap hari, dan biasanya untuk jarak menengah, produk terbaru Hino ini menggunakan mesin common rail yang lebih kecil dari seri Ranger pada umumnya, dan kinerjanya lebih baik dari truk lain di kategori 3,” papar Hanayama.


Sedangkan Yamanaka Akihito, Presiden Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia menambahkan, “Mesin common rail memiliki tork yang lebih besar dan hemat bahan bakar, ini disesuaikan dengan kebutuhan industri logistik yang ingin bersaing sehingga berupaya menurunkan biaya pengeluaran, agar dapat menawarkan harga terbaik bagi para konsumen mereka, dan hemat bahan bakar merupakan salah satu kuncinya.”


Ketika ditanya mengenai apakah truk sejenis sudah dirilis di Jepang sebelumnya, Yamanaka menjawab, sekitar lebih dari sepuluh tahun yang lalu, dan juga di Thailand.


“Bukan berarti di Indonesia terlambat di bandingkan Thailand, tapi saat ini saatnya sudah tepat seiring dengan maraknya pertumbuhan industri,” kata Yamanaka.


Hanayama juga menambahkan, pesaing langsung dari FC 190 J pada dasarnya merk Jepang yang juga memiliki produk serupa.


Pangsa pasar Hino seri Ranger pada periode Januari-April sebesar 65 persen, dan di tahun 2013 silam sebesar 60 persen.


“Ada kenaikan yang cukup signifikan, karena pada periode Januari-April, pasar di segmen itu justru mengalami penurunan, tapi Hino justru mengalami lonjakan penjualan,” ucap Hanayama.


FC 190 J ditargetkan terjual sebanyak 40 sampai 50 unit per bulan, dengan harga jual sekitar Rp 415 juta, dan fokus penjualan di kawasan industri yang ada di Pulau Jawa, seperti Jabodetabek dan juga daerah di sekitar Surabaya, yang kontribusinya diproyeksikan sebesar 70 persen, dari keseluruhan penjualan produk terbaru Hino ini.